detikBali

6 Amalan Malam Nisfu Syaban 2026 yang Dianjurkan untuk Meraih Ampunan

Terpopuler Koleksi Pilihan

6 Amalan Malam Nisfu Syaban 2026 yang Dianjurkan untuk Meraih Ampunan


Adila Farhah Nursyifa - detikBali

Amalan Nisfu Syaban 2026
Amalan Nisfu Syaban. Foto: Dwi Setyo/Pexels
Daftar Isi
Denpasar -

Umat Islam akan segera memasuki bulan Syaban 1447 Hijriah yang diperkirakan mulai pada Selasa, 20 Januari 2026. Artinya, malam 1 Sya'ban sudah masuk sejak Senin petang, 19 Januari 2026.

Kehadiran bulan kedelapan dalam penanggalan Islam ini menjadi penanda bahwa bulan suci Ramadhan kian mendekat, sekaligus momen penting untuk mempersiapkan diri secara spiritual.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasulullah SAW menyampaikan bahwa terdapat lima malam istimewa di mana doa tidak akan tertolak. Malam-malam tersebut meliputi malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Syaban, malam Jumat, malam Idul Fitri, serta malam Idul Adha. Pada waktu-waktu ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan ibadah karena memiliki keutamaan yang besar.

Hadits ini diriwayatkan dari Abu Umamah al-Bahili RA, yang menegaskan keistimewaan lima malam tersebut sebagai momentum mustajabnya doa.

ADVERTISEMENT

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nisfu Syaban.

Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai salah satu malam istimewa dalam Islam. Banyak ulama menyebut malam ini sebagai waktu dibukanya pintu ampunan dan dikabulkannya doa, kecuali bagi hamba yang masih terjerat syirik dan permusuhan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan mengisinya dengan berbagai amalan ibadah sebagai bentuk persiapan batin menjelang bulan Ramadan.

1. Memperbanyak Shalat Sunnah

Shalat sunnah menjadi amalan utama yang dianjurkan pada malam Nisfu Syaban. Shalat merupakan ibadah paling dekat antara hamba dan Allah SWT. Dengan memperbanyak shalat sunnah, seorang Muslim menunjukkan kerendahan hati, penghambaan, dan harapan akan ampunan Allah.

Shalat sunnah yang dikerjakan bersifat mutlak, artinya tidak terikat jumlah rakaat tertentu. Umat Islam bebas mengerjakannya sesuai kemampuan, baik dua rakaat, empat rakaat, maupun lebih. Dalam tradisi ulama, shalat sunnah ini sering diisi dengan bacaan surat-surat pendek dan doa-doa khusus yang mencerminkan permohonan perlindungan serta rahmat Allah SWT.

2. Melaksanakan Shalat Sunnah Tasbih

Shalat Tasbih merupakan shalat sunnah yang memiliki keutamaan besar karena di dalamnya terdapat dzikir tasbih yang diulang sebanyak 300 kali. Rasulullah SAW menganjurkan shalat ini sebagai sarana penghapus dosa, baik dosa kecil maupun dosa lama.
Pada malam Nisfu Syaban, shalat Tasbih menjadi amalan yang sangat dianjurkan karena berfungsi sebagai bentuk penyucian diri sebelum memasuki bulan Ramadan. Dengan memperbanyak tasbih, seorang Muslim diajak untuk menyadari kebesaran Allah sekaligus mengakui kelemahan diri sebagai manusia yang penuh khilaf.

3. Mengerjakan Shalat Sunnah Awwabin

Shalat Awwabin dikerjakan setelah shalat Maghrib hingga sebelum Isya. Shalat ini dikenal sebagai shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah (awwabin). Pada malam Nisfu Syaban, shalat Awwabin menjadi simbol taubat dan kepulangan hati kepada Allah SWT.

Enam rakaat shalat Awwabin dimaknai sebagai ikhtiar membersihkan hati dari kelalaian dan dosa-dosa yang dilakukan sepanjang tahun. Ulama menilai shalat ini sebagai latihan spiritual agar seorang Muslim terbiasa menjaga ibadah, khususnya shalat malam, saat Ramadan tiba.

4. Membaca Surat Yasin Tiga Kali

Membaca Surat Yasin pada malam Nisfu Syaban merupakan amalan yang hidup dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Surat Yasin dibaca sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda pada setiap bacaannya.

Bacaan pertama diniatkan untuk memohon umur panjang yang dipenuhi ketaatan kepada Allah. Bacaan kedua diniatkan agar Allah memberikan perlindungan dari musibah dan bala. Sementara bacaan ketiga diniatkan untuk memohon kelapangan rezeki serta husnul khatimah.

Amalan ini mencerminkan harapan seorang hamba agar kehidupan dunia dan akhiratnya berada dalam lindungan Allah SWT.

5. Memperbanyak Doa,Istighfar, serta Shalawat

Malam Nisfu Syaban disebut sebagai malam dikabulkannya doa. Oleh karena itu, memperbanyak doa dan istighfar menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Istighfar berfungsi sebagai sarana pembersihan dosa, sementara doa menjadi bentuk ketergantungan total seorang hamba kepada Allah SWT.

Pada malam ini, seorang Muslim dianjurkan memohon ampunan atas dosa-dosa masa lalu, sekaligus berdoa agar diberi kekuatan iman, kesehatan, dan keteguhan hati dalam menjalani Ramadan yang akan datang.

6. Puasa Sunnah di Siang Hari Nisfu Syaban

Puasa sunnah pada siang hari setelah malam Nisfu Syaban dianjurkan sebagai bentuk lanjutan dari ibadah malam. Puasa ini melatih kesabaran, pengendalian diri, serta kesiapan fisik dan mental sebelum memasuki Ramadan.

Puasa sunnah Syaban juga meneladani kebiasaan Rasulullah SAW yang memperbanyak puasa di bulan ini. Dengan berpuasa, seorang Muslim diajak membiasakan diri untuk menyambut Ramadan dengan kondisi spiritual yang lebih matang.

Kapan Waktu Nisfu Syaban 2026?

Merujuk pada hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), Nisfu Syaban 2026 dipastikan jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Penetapan tersebut selaras dengan Kalender Hijriah Indonesia 1447 H yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, di mana 15 Syaban 1447 H bertepatan dengan tanggal tersebut.

Pada tradisi penanggalan Islam, pergantian hari dimulai sejak terbenamnya matahari. Oleh sebab itu, malam Nisfu Syaban telah dimulai sejak Senin petang, 2 Februari 2026, setelah waktu Maghrib, sehingga umat Islam dapat mengawali berbagai amalan dan ibadah sejak malam tersebut.

Malam Nisfu Syaban menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah diri, memperbanyak ibadah, serta memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Beragam amalan yang dianjurkan para ulama dapat dijadikan sarana mendekatkan diri kepada-Nya sekaligus sebagai persiapan spiritual menyambut datangnya bulan suci Ramadan.




(nor/nor)










Hide Ads