126 personel Polres Gianyar dikerahkan mengamankan dua laga Bali United di Stadion Kapten Wayan Dipta. Pengamanan tetap dilakukan meski dua laga lanjutan Liga 1 itu tanpa penonton.
Bali United belum lama ini menerima sanksi dua laga kandang tanpa penonton. Laga itu saat menjamu Persijap Jepara pada Sabtu (28/2/2026) pukul 21.30 Wita dan PSBS Biak pada Senin (6/4/2026).
"Sementara, (rencana) diterjunkan 126 orang personel," kata Kapolres Gianyar AKBP Chandra Kesuma kepada detikBali, Kamis (26/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chandra mengatakan, jumlah itu masih perencanaan. Rapat koordinasi akan digelar untuk menentukan jumlah personel yang akan diterjunkan.
Menurutnya pihak kepolisian tetap mengantisipasi jika masih ada suporter yang nekat datang ke Stadion Kapten Wayan Dipta."Jumlah personel dapat berubah. Bisa lebih sedikit atau lebih banyak. Mungkin ada yang datang karena hanya ingin menonton sepak bola saja," kata Chandra.
Soal implementasi sanksi terhadap tim Laskar Tridatu itu, Chandra enggan berkomentar. Hal itu adalah kewenangan panitia Liga Indonesia dan manajemen masing-masing klub.
Meski pertandingan Bali United melawan Persijap Jepara tanpa penonton, razia tetap dilakukan. Pengamanan dan razia dilakukan utamanya di empat pintu masuk stadion.
"Operasi yustisi hingga pemeriksaan di empat pintu masuk tetap dilakukan. Itu sudah prosedur standar (SOP)," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Bali United mendapat sanksi berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI berupa dua laga kandang tanpa penonton. Tak hanya itu, Bali United juga dikenakan denda Rp 380 juta.
Hal itu buntut kericuhan saat laga Bali United vs Persija Jakarta dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (15/2). Laga itu diwarnai penyalaan flare, kembang api, petasan, hingga pelemparan botol dan kursi ke lapangan oleh suporter Bali United.
(mud/mud)










































