detikBali
Nasional

Cara Pemerintah Jaga Pasokan BBM di Tengah Negosiasi Selat Hormuz

Terpopuler Koleksi Pilihan
Nasional

Cara Pemerintah Jaga Pasokan BBM di Tengah Negosiasi Selat Hormuz


Herdi Alif Al Hikam - detikBali

Selat Hormuz
Foto: Selat Hormuz. (Getty Images/Eva Sanabria)
Jakarta -

Pemerintah Indonesia berupaya menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri di tengah negosiasi perlintasan kapal di Selat Hormuz dengan Iran. Caranya adalah melakukan diversifikasi sumber energi dengan membuka opsi pasokan minyak mentah dan BBM dari luar kawasan Timur Tengah.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, mengatakan berbagai upaya menjaga pasokan energi dan BBM itu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Prabowo meminta Bahlil untuk memperluas sumber impor minyak dari berbagai negara guna menjaga kesinambungan pasokan dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, Pertamina sepanjang 2025 mengimpor 135,33 juta barel minyak mentah, sekitar 19% atau 25,36 juta barel di antaranya berasal dari Arab Saudi. Selebihnya, pasokan minyak mentah Indonesia berasal dari berbagai sumber, antara lain Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya. Selain itu, Indonesia juga memiliki kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk pasokan produk BBM.

Selain itu, menurut Anggie, pemerintah bersama pihak-pihak terkait terus berkoordinasi guna mendukung proses perlintasan kapal Indonesia di Kawasan Teluk Persia agar dapat melintas Selat Hormuz dengan aman. Kementerian ESDM, jelas Dwi, akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan pihak-pihak terkait untuk mendukung kelancaran proses tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan proses perlintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz dapat berjalan aman dan lancar. Dalam proses tersebut, tidak hanya soal muatan, tetapi keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama pemerintah," ujar Anggia dilansir dari detikFinance, Minggu (29/3/2026)

Sebagai informasi, dua kapal milik Pertamina, yaitu Pride dan Gamsunoro, hingga kini belum bisa melintasi Selat Hormuz dan masih berada di Teluk Persia.

Sebelumnya, Juru Bicara Kemenlu, Vahd Nabyl A Mulachela, menyampaikan kementeriannya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Iran guna memastikan keselamatan kapal dan awak kapal Indonesia.

"Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran. Saat ini, hal tersebut tengah ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional," kata Nabyl.

Pertamina juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Indonesia dalam penanganan situasi ini. Saat ini, Pertamina melalui Pertamina International Shipping (PIS) tengah mempersiapkan aspek teknis dan administratif agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.

"Prioritas kami tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat berjalan dengan baik," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron.

Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!




(hsa/hsa)










Hide Ads