Tumpukan sampah di Pantai Kuta mulai memicu gangguan berupa banyaknya lalat dan dikhawatirkan mengganggu kenyamanan wisatawan. Kondisi ini terutama dirasakan di area sekitar pantai hingga hotel yang berada tepat di seberangnya, salah satunya Hotel Tribe Bali Kuta Beach.
Untuk mengantisipasi potensi keluhan tamu, pihak Hotel Tribe Bali Kuta Beach melakukan penyemprotan pada tumpukan sampah yang memicu banyaknya lalat, Rabu (22/4/2026).
detikBali menemui petugas dari DnD Pest Control, Gede Rai Eka, yang sedang melakukan penyemprotan di lokasi. Ia mengatakan tindakan tersebut dilakukan atas permintaan manajemen hotel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu spraying lalat di sekitaran sampah, karena sampah pantai itu dari sisa-sisa kelapa, lalatnya jadinya banyak begitu. Jadinya masuknya ke hotel di depan itu. Makanya, hotel depan komplain gara-gara lalat. Makanya saya spraying di area ini," ujarnya usai melakukan penyemprotan, Rabu (22/4/2026).
Sementara itu, Marketing Communication Tribe Bali Kuta Beach, Astri Pirawitna, membenarkan langkah tersebut sebagai upaya menjaga kenyamanan tamu, mengingat jarak hotel yang sangat dekat dengan tumpukan sampah.
"Tentunya beberapa part memang mengganggu kenyamanan dari tamu. Karena kita hotelnya memang view-nya pantai dan kita jaraknya dekat dengan pantai," katanya.
Ia menambahkan, pihak hotel bergerak cepat saat menemukan potensi gangguan seperti lalat yang bisa masuk ke dalam hotel.
"Tim kita begitu lihat ada lalat, oke berarti kita harus kirim pest control ke sana untuk meminimalisir lalatnya lebih banyak lagi nyampe masuk ke hotel," imbuhnya.
Meski demikian, Astri menyebut hingga saat ini belum ada keluhan langsung dari tamu terkait sampah di Pantai Kuta. Namun, langkah antisipasi tetap dilakukan.
"Sampai saat ini belum ada komplain sih mengenai sampah di Pantai Kuta ya. Nah, kita mengantisipasi itu dengan kita mengirimkan pest control di sana untuk mengecek dan juga membasmi lalat gitu," imbuhnya.
Astri menegaskan, sampah yang menumpuk di depan hotel bukan berasal dari pihak hotel.
"Kami itu ada vendornya untuk sampah. Jadi, kalau untuk sampah-sampah di depan itu, kami pastikan bukan kami sih,"
Sementara itu, Pengelola DTW Pantai Kuta, I Nyoman Arya Arimbawa, mengatakan pihaknya akan segera melakukan pengangkutan sampah. Sampah yang belum terangkut juga akan ditutup menggunakan terpal.
"Nanti kami tutup itu pakai terpal. Sama mau pasang CCTV itu juga," katanya.
(dpw/dpw)










































