Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, buka suara terkait pernyataan kontroversialnya mengenai kedekatan Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Amien pun menyinggung demokrasi dan kebebasan berpendapat.
Diketahui, pernyataan Amien Rais terkait kedekatan Prabowo dan Teddy telah menuai beragam respons. Misalkan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid yang menilai pernyataan Amien itu sebagai fitnah.
"Saya pertama tentu yakin demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar kita itu tidak dibatasi, tidak diberangus," ujar Amien seusai acara Munas Partai Ummat di Sleman, Sabtu (2/5/2026), seperti dikutip dari detikJogja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amien mengatakan Indonesia merupakan negara demokrasi sehingga setiap individu bebas menyampaikan pendapat. Meskipun, kata Amien Rais, bertentangan dengan penguasa dan kelompok rakyat.
"Nah, kemudian, yang namanya negara demokrasi, orang berpendapat itu boleh. Bertentangan dengan penguasa yang resmi, bertentangan dengan kelompok rakyat yang lain-lain itu. Tetapi apa, jadi point of conflict-nya itu, point of perbedaannya itu adalah yang bersangkutan dengan nasib bangsa," ujarnya.
Amien menegaskan dirinya siap menghadapi proses hukum jika pernyataannya tersebut dipermasalahkan. Dia meminta pembuktian dilakukan secara terbuka.
"Saya diberitahu ahli-ahli hukum itu, Komdigi tidak berhak. Jadi yang berhak itu si Teddy, nah itu baru akan dibawa ke pengadilan. Dan di pengadilan saya akan yakin sekali, tunjukkan! Saya minta beberapa dokter spesialis apakah betul dia itu gay atau bukan. Nah gitu saja nanti kita ngobrol-ngobrol lagi," pungkasnya.
Seperti diketahui, video Amien Rais yang mengulas kedekatan antara Prabowo dan Teddy viral di media sosial. Berdasarkan video yang beredar, Amien mengaitkan kedekatan tersebut dengan isu moralitas dan menyebutnya telah melampaui batas profesionalitas.
Amien juga mengutip analogi historis dan klaim yang disebutnya sebagai 'pandangan masyarakat'. Pernyataan Amien itu memicu kontroversi. Sejumlah pihak menilai pernyataan Amien tersebut tak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik.
Pernyataan Amien Rais tentang kedekatan Prabowo dan Teddy itu semula diunggah di kanal YouTube Amien Rais Official. Namun, video berjudul "JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL" itu sudah tidak bisa diakses di kanal YouTube tersebut per Sabtu siang.
Menkomdigi Sebut Pernyataan Amien Rais Fitnah
Sebelumnya, Menkomdigi Meutya Hafid menilai video Amien Rais tersebut merupakan upaya pembunuhan karakter. Meutya menyebut pernyataan Amien Rais mengandung ujaran kebencian dan berpotensi memecah belah bangsa.
"Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, pembunuhan karakter, dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI. Video tersebut diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat," ujar Meutya dalam unggahan Instagram @kemkomdigi, Sabtu (2/5).
"Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah hoaks, fitnah, serta mengandung ujaran kebencian. Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat Pimpinan Tertinggi Negara, tidak memiliki dasar fakta, serta bagian upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa," imbuhnya.
Komdigi, dia berujar, akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Menurut Meutya, pihak yang membuat dan ikut mendistribusikan dan/atau mentransmisikan video tersebut secara sadar telah melakukan pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam UU ITE Nomor 1 Tahun 2024 Pasal 27A dan Pasal 28 (2).
Artikel ini telah tayang di detikJogja. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)










































