Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klungkung mendatangi penampungan anjing yang dikelola oleh seorang warga negara asing (WNA) di Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali. Musababnya, warga setempat mengeluhkan gonggongan anjing dari lokasi shelter atau dog rescue itu.
Kasatpol PP Klungkung Dewa Putu Suwarbawa mengungkapkan warga merasa terganggu dengan gonggongan anjing dari penampungan yang dikelola orang asing tersebut. Menurut Suwarbawa, orang asing itu berpotensi melanggar ketentuan Perda Klungkung Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasi Trantib Kecamatan Nusa Penida dan Perbekel Desa Sakti sudah turun untuk mengecek kondisi di lapangan," kata Suwarbawa kepada detikBali, Rabu (13/5/2026).
Sesuai Perda, Suwarbawa berujar, setiap orang wajib menjamin agar hewan peliharaannya tidak mengganggu lingkungan sekitarnya. Selain itu, pemilik hewan juga wajib memastikan hewan peliharaannya tidak membahayakan, merusak, dan mengotori lingkungan.
"Kami juga melakukan edukasi kepada yang bersangkutan, mengingat adanya potensi pelanggaran Perda Klungkung Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum, bagian tertib pemeliharaan hewan Pasal 20 ayat 1 huruf B," imbuhnya.
Satpol PP Klungkung kemudian memfasilitasi mediasi antara warga dengan orang asing yang mengelola penampungan anjing tersebut. Menurutnya, WNA tersebut diberi ruang untuk melakukan klarifikasi agar mendapat penjelasan yang berimbang.
"Untuk dapat mendengarkan secara lebih utuh dan berimbang, kami mengagendakan mediasi di Kantor Desa Sakti," ujar Suwarbawa.
"Nanti kami juga akan mengecek dokumen/perizinan yang diperlukan sekaligus mencari solusi terbaik untuk semua pihak," sambungnya.
Terpisah, seorang warga setempat yang tak ingin disebutkan identitasnya menyebut warga selama ini terganggu oleh suara anjing dari penampungan yang dikelola WNA tersebut. Menurutnya, warga sekitar terus berkoordinasi dengan pihak desa untuk mencari jalan keluar dari persoalan tersebut.
"Warga sekitar terganggu oleh suara anjing, terutama di malam hari. Karena lokasinya dekat dengan pemukiman warga," ujar warga itu.
(iws/iws)










































