detikBali

Spanduk Cegah Bunuh Diri Dipasang di Jembatan Tukad Bangkung Badung

Terpopuler Koleksi Pilihan

Spanduk Cegah Bunuh Diri Dipasang di Jembatan Tukad Bangkung Badung


Agus Eka - detikBali

Spanduk cegah bunuh diri terpasang di beberapa titik sekitar Jembatan Tukad Bangkung, Petang, Badung, Selasa (26/5/2026). (Agus Eka/detikBali)
Foto: Spanduk cegah bunuh diri terpasang di beberapa titik sekitar Jembatan Tukad Bangkung, Petang, Badung, Selasa (26/5/2026). (Agus Eka/detikBali)
Badung -

Beberapa spanduk imbauan pencegahan bunuh diri kini terlihat dipasang di sejumlah titik di sekitar Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Bali. Spanduk-spanduk itu sengaja dipasang di area yang mudah dilihat oleh pengendara maupun pejalan kaki yang melintas.

Pantauan detikBali di lokasi pada Selasa (26/5/2026), spanduk berlatar putih dan merah dengan tulisan mencolok bernada peringatan tegas bahwa mengakhiri hidup bukanlah jalan keluar. Spanduk itu juga menyertakan nomor aduan masyarakat 24 jam bebas pulsa di nomor 110 atau via WhatsApp ke nomor 08135321131.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tujuannya, warga yang sedang menghadapi masalah bisa langsung menghubungi polisi. Pemasangan spanduk oleh Polres Badung dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Kami memang memasang baliho imbauan itu. Tujuannya supaya warga yang mungkin sedang ada beban berat bisa melihatnya dan tahu kalau ada layanan polisi yang siap mendengarkan keluh kesah mereka," kata Kapolsek Petang AKP I Putu Darma Santika saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).

ADVERTISEMENT

Putu Darma ingin agar media sosialisasi ini bisa menyentuh aspek psikologis masyarakat yang tengah mengalami krisis personal ketika berada di area jembatan. Polisi juga akan terus mengoptimalkan patroli wilayah dan layanan pengaduan demi menjaga keselamatan warga serta menekan angka kejadian serupa.

"Harapan kami masyarakat bisa memanfaatkan saluran telepon dan WhatsApp itu kalau memang butuh teman cerita atau bantuan penanganan darurat. Jangan sampai mengambil keputusan sepihak yang merugikan diri sendiri dan keluarga, karena setiap masalah pasti ada jalan keluarnya," ujar Putu Darma.

Berdasarkan catatan pemberitaan detikBali, jembatan setinggi 71,14 meter ini memang beberapa kali menjadi lokasi aksi bunuh diri, meskipun sejumlah upaya percobaan serupa juga sempat berhasil digagalkan oleh petugas dan warga sekitar. Bahkan ritual upacara keagamaan atau pengulapan secara adat Bali juga pernah digelar di kawasan jembatan tertinggi di Bali ini.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melalui dinas terkait juga sudah mengantisipasi area rawan ini dengan membangun pagar pengaman tinggi (railing) baja dan memasang lilitan kawat berduri di ujung jembatan tanpa celah.

Tidak hanya posko fisik, sistem pemantauan digital kini turut diperkuat lewat pemasangan tiga unit kamera pengawas (CCTV) analitik yang aktif mendeteksi pergerakan mencurigakan di area barat, tengah, hingga timur jembatan selama 24 jam penuh.




(nor/nor)










Hide Ads