detikBali
Klungkung

Sampah Terpaksa Dibuang ke Pinggir Sawah gegara Mesin TPS3R Gelgel Rusak

Terpopuler Koleksi Pilihan
Klungkung

Sampah Terpaksa Dibuang ke Pinggir Sawah gegara Mesin TPS3R Gelgel Rusak


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Tumpukan sampah yang mengeluarkan bau tak sedap di Desa Tojan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Senin (1/6/2026).
Foto: Tumpukan sampah yang mengeluarkan bau tak sedap di Desa Tojan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Senin (1/6/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Perusahaan pengolah sampah PT Asta Manah Liang yang beroperasi di Klungkung, Bali, terpaksa membuang sampahnya ke pinggir sawah di Desa Tojan, Kecamatan Banjarangkan. Tumpukan sampah yang diklaim organik ini menimbulkan bau tak sedap yang tercium sampai ke jalan raya.

PT Asta Manah Liang sendiri beroperasi melakukan pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R) Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung. Dihubungi detikBali, Direktur PT Asta Manah Liang Putu Gede Indra menerangkan, lokasi pembuangan sampah tersebut merupakan lahan milik pribadinya.

"Itu sampah organik. Jadi beberapa hari ini, jujur mesin kami rusak. Sehingga terpaksa untuk sementara sampah organik yang sudah dicacah kami taruh dulu di sana. Itu lahan milik saya pribadi," kata Indra dikonfirmasi detikBali, Senin (1/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia tak menampik, memang selain organik, terdapat sampah plastik yang juga terbuang di lokasi tersebut. Selain itu, bau yang ditimbulkan juga dinilai wajar karena berasal dari sampah organik.

ADVERTISEMENT

Indra menegaskan segera melakukan pengolahan kembali setelah mesinnya sudah diperbaiki. "Sampah ini akan kami rapikan setelah mesin jadi. Mungkin dalam dua hari ke depan sudah jadi," terang Indra.

Pantauan detikBali, tumpukan sampah organik yang dibuang PT Asta Manah Liang tersebut berada tak jauh dari Jalan Bypass Ida Bagus Mantra. Tumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat terlihat dikelola dengan baik atau tidak berserakan. Meskipun diklaim organik, tapi ada beberapa sampah plastik yang terlihat di setiap tumpukan.

Lokasi tumpukan sampah itu sendiri berada di sebuah lahan yang bisa dimasuki kendaraan roda dua dan empat. Lahan tersebut dipasangkan pintu. Namun saat detikBali ke sana, pintu lahan sedang terbuka.

Mengenai hal itu, Indra mengatakan pihaknya mencoba menutup akses untuk menjaga agar masyarakat tidak ikut membuang sampah yang belum diolah ke sana.

"Tapi kalau ditemukan terbuka, berarti memang harus kami jaga lagi. Karena bisa jadi ada warga yang ikut membuang sampahnya ke sana," jelas Indra.

Terpisah, Perbekel Desa Tojan I Wayan Suastawa menerangkan jika tumpukan sampah di kawasannya tersebut memang dibuang oleh Manah Liang di lahan milim pribadi perusahaan. Kendati demikian, pihaknya sudah merespon pembuangan sampah oleh Manah Liang dengan melapor ke Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung.

"Soal ini, kami masih koordinasikan dengan pihak DLHP," ujar Suastawa.




(hsa/hsa)










Hide Ads