detikBali

Dana Desa Dipangkas Rp 558 Juta, Warga Klungkung Patungan Perbaiki Jalan Amblas

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dana Desa Dipangkas Rp 558 Juta, Warga Klungkung Patungan Perbaiki Jalan Amblas


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Warga tengah bergotong royong memperbaiki jalan di Dusun Sukahati, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, Minggu (9/8/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali).
Foto: Warga tengah bergotong royong memperbaiki jalan di Dusun Sukahati, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, Minggu (9/8/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali).
Klungkung -

Warga Dusun Sukahati, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, memperbaiki jalan yang amblas diterjang hujan deras secara swadaya. Jalan desa di wilayah mereka terpaksa harus diperbaiki dengan bergotong royong akibat minimnya dana desa tahun ini.

Pantauan detikBali di lokasi pada Minggu (9/8/2026) pagi ini, sejumlah warga bahu membahu mengerjakan akses jalan yang dalam dua pekan terakhir mengisolir mereka. Gotong royong perbaikan jalan dipimpin langsung Perbekel Desa Pesinggahan Nyoman Suastika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lokasi, nampak juga jajaran Bendesa Adat Pesinggahan, Polsek Dawan, Babinsa Pesinggahan, dan mahasiswa yang sedang menjalankan program KKN.

"Hujan deras beberapa waktu lalu membuat jalan ini rusak. Sekitar 21 Kepala Keluarga (KK) terisolir dan butuh perbaikan segera. Karena jalan ini nonstatus, maka ini merupakan tanggung jawab kami. Setelah rembuk bersama, kami sepakat memperbaikinya dengan bergotong royong," terang Suastika pada detikBali.

ADVERTISEMENT

"Kami sendiri pemerintah desa tidak bisa melaksanakan pembangunan fisik tahun ini karena adanya pengurangan Dana Desa sekitar Rp 558 juta atau hampir 60 persen, dari sebelumnya Rp 926 juta di 2025. Itulah mengapa kami berinisiatif meminta sumbangan CSR dari pengusaha yang ada di Pesinggahan," imbuh Suastika.

Dijelaskan, jalan tersebut merupakan akses satu-satunya warga yang ada di Dusun Sukahati. Selama ini, mereka terpaksa harus menggunakan jalur alternatif berupa jalan setapak di lahan warga.

Perbaikan jalan secara swadaya ini dicanangkan akan memakan waktu sekitar dua pekan. Hal itu dilakukan untuk memastikan kekuatan struktur yang dikerjakan secara manual.

"Hari ini kami akan bangun pondasinya dulu, kemudian menunggu sekitar satu minggu untuk dirabat," jelas Suastika.

Suastika mengapresiasi seluruh pihak yang turut membantu warga memperbaiki jalannya. Ia berharap semangat gotong royong ini tetap tumbuh di tengah keterbatasan anggaran pembangunan.

Jalan desa di wilayah Sangluh ini sebelumnya amblas diterjang hujan deras pada Senin (27/7/2026) lalu. Di saat yang sama, hujan deras juga menyebabkan luapan air sungai Candigara di Desa Kusamba yang menyebabkan belasan rumah warga terendam air.



(nor/nor)









Hide Ads