Pelaksanaan Parade Gebogan dan Baleganjur mendongkrak kunjungan wisatawan di kawasan Ulun Danu Beratan dan The Blooms Garden, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. Jumlah turis meningkat hingga 62 persen selama festival yang digelar sejak 21 Juni hingga 9 Agustus 2026 tersebut.
"Rata-rata kunjungan yang sebelumnya berada di kisaran 300 hingga 400 orang per hari, kini meningkat menjadi sekitar 700 hingga 800 orang per hari," ujar Direktur Utama PT Ulun Danu Beratan Lestari, I Wayan Mustika, Minggu (9/8/2026).
Kunjungan di kawasan Ulun Danu Beratan juga turut meningkat dari rata-rata 2.000 orang per hari menjadi sekitar 2.500 orang per hari saat festival. Bahkan, pada waktu tertentu jumlah kunjungan bisa mencapai 3.000 orang dalam sehari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan karakteristik wisatawan, kunjungan ke Ulun Danu Beratan didominasi turis mancanegara, khususnya dari India. "Sementara di The Blooms Garden, mayoritas wisatawan yang datang merupakan wisatawan domestik, terutama dari Yogyakarta dan Jawa Tengah," imbuh Mustika.
Menurut Mustika, festival tersebut tidak hanya menghadirkan atraksi baleganjur atau parade gebogan. Para wisatawan, dia berujar, juga berkesempatan untuk melihat dan terlibat langsung dalam proses pembuatan gebogan.
"Secara umum, wisatawan bisa melihat langsung bagaimana membuat gebogan dan tradisinya. Jadi tidak hanya melihat atraksi atau parade, tetapi wisatawan juga ikut terlibat," imbuhnya.
Mustika berharap festival tersebut dapat terus dikembangkan pada tahun mendatang. Selain menjadi bagian dari pelestarian tradisi, festival tersebut juga diharapkan mampu mengangkat potensi ekonomi lokal.
Terlebih, konsep gebogan mengedepankan berbagai hasil pertanian dan produk lokal. Misalkan penggunaan buah-buahan lokal dan palawija seperti jagung, biji-bijian, ketupat, hingga telur.
Gebogan Jaje Uli Raih Juara Pertama
Sementara itu, gebogan berbahan jaje uli milik PKK Banjar Adat Batusesa, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, keluar sebagai juara pertama Festival Parade Geboganyang diselenggarakan oleh DTW Ulun Danu Beratan. Gebogan tersebut terinspirasi dari ikon Ulun Danu Beratan serta The Blooms Garden.
Perwakilan PKK Banjar Adat Batusesa, Ni Luh Putu Prasiani, menuturkan gebogan setinggi 67 sentimeter (cm) tersebut menampilkan ilustrasi meru Pura Ulun Danu. Seluruh bagian inti gebogan dibuat dari jaje uli yang dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai meru.
"Meru merupakan salah satu ikon sekaligus taksu bagi Pura Ulun Danu Beratan. Sehingga kami mengangkat tema itu," ujar Prasiani.
Sementara saat tampil di The Blooms Garden, mereka kembali mengangkat ikon destinasi tersebut. Masih dengan bahan utama jaje uli, PKK Batusesa membuat gebogan yang terinspirasi dari burung merak sekaligus salah satu spot favorit pengunjung untuk berfoto di The Blooms Garden.
"Jaje uli itu khas setiap hari raya di Bali dan dikerjakan oleh perempuan Bali. Selain itu, jaje uli tidak bisa dipisahkan dari upacara tradisional Bali," imbuhnya.
(iws/iws)

