detikBali

Menteri Ara Bangun Rusun MBR di Denpasar, Koster Usul untuk Dosen ISI

Terpopuler Koleksi Pilihan

Menteri Ara Bangun Rusun MBR di Denpasar, Koster Usul untuk Dosen ISI


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau lokasi pembangunan rusun MBR di Denpasar, Senin (16/3/2026).
Foto: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau lokasi pembangunan rusun MBR di Denpasar, Senin (16/3/2026). (Rizki Setyo Samudero/detikBali)
Denpasar -

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait akan membangun rumah susun (rusun) khusus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Denpasar. Lokasi pembangunan berada di belakang kantor Samsat Drive Thru Sesetan, Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan.

"Saya berdiskusi bertanya, seniman Bali itu menurut saya sangat berjasa ya pada pariwisata, ekonomi Bali dan juga Indonesia," kata menteri yang akrab disapa Ara itu, ditemui di lokasi.

"Dan saya tanya Bu Direktur (Pembangunan Perumahan Perkotaan) dan Pak Gubernur belum pernah ada rusun untuk seniman," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ara, ini adalah wujud sinergitas dari pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan fasilitas rumah bagi seniman yang dalam kategori MBR.

ADVERTISEMENT

"Tanahnya kan dari Pak Gubernur, kami dari APBN yang membangun. Jadi sinergi yang positif lah antara pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat," jelasnya.

Ara juga melihat kehidupan para seniman di Bali juga perlu diperhatikan. Dengan begitu, tujuan pemerintah untuk menyediakan rumah untuk MBR bisa terwujud untuk semua kalangan.

Pun demikian, Ara menegaskan jika teknisnya nanti harus memperhatikan aturan yang sudah ada. Pembangunan rusun MBR di Denpasar akan memakan APBN sebesar Rp 48 miliar dan masa pembangunan sembilan bulan. Mulai Juni 2026 hingga Maret 2027.

Menanggapi proyek rusun MBR untuk seniman itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengusulkan agar para dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mendapat prioritas. Sebab, banyak dosen ISI yang bergaji rendah.

"Kan bisa untuk para dosen ISI yang gajinya masih rendah. Nggak ada yang Rp 8 juta, pasti di bawah Rp 8 juta, di bawah Rp 6 juta malah," ungkap Koster.




(hsa/hsa)










Hide Ads