detikBali

MinyaKita Tembus Rp 25 Ribu di Lombok Barat, Warga Kaget Harga Naik Kilat

Terpopuler Koleksi Pilihan

MinyaKita Tembus Rp 25 Ribu di Lombok Barat, Warga Kaget Harga Naik Kilat


Ahma - detikBali

Ilustrasi MinyaKita di Pasar Porong Sidoarjo
Ilustrasi MinyaKita. (Foto: Suparno/detikJatim)
Lombok Barat -

Harga minyak goreng rakyat MinyaKita di Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, melonjak tajam dalam hitungan hari hingga menyentuh Rp 25 ribu per liter. Kenaikan mendadak ini membuat warga, terutama emak-emak, menjerit.

Nurlaili, warga Desa Babussalam, Gerung, Lombok Barat, mengatakan harga MinyaKita kemasan 1 liter di pengecer langganannya naik drastis. Padahal, saat membeli pada Senin (27/4), harganya masih Rp 18 ribu per liter.

"Saya heran kok cepat sekali naik. Katanya di pengecer harga minyak memang naik dua hari kemarin," ujar Laili, Kamis (30/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Nurlaili, Inak Ramni juga mengeluhkan harga minyak goreng bersubsidi tersebut. Penjual nasi bungkus itu mengaku tercekik dengan lonjakan harga.

ADVERTISEMENT

"Ya kami harus beli kan. Karena kebutuhan juga. Tapi tolonglah harganya jangan terlalu mahal," ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB, Lalu Wiranata, mengatakan pihaknya akan mengecek kebenaran kenaikan signifikan harga MinyaKita di lapangan.

"Kami akan cek ya," kata Wiranata.

Wiranata menjelaskan, berdasarkan data SP2KP per 30 April 2026, harga mayoritas komoditas pangan di NTB masih relatif stabil. Namun, terdapat fluktuasi pada sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang, hasil laut, serta produk peternakan akibat dinamika permintaan dan ketersediaan stok di pasar.

Untuk komoditas beras dan kedelai, sebagian besar merek beras premium dan medium tidak mengalami perubahan harga. Penurunan harga terjadi pada beras premium cap 3 Dara sebesar Rp 200 menjadi Rp 14.100 per kilogram.

"Turun karena adanya peningkatan stok di pasar. Nah untuk kedelai lokal mengalami sedikit kenaikan sebesar 56 rupiah sementara kedelai impor terpantau stabil," katanya.

Untuk bawang merah, terjadi kenaikan Rp 200 menjadi Rp 37.400 per kilogram karena peningkatan stok di tingkat pedagang. Cabai merah jenis keriting maupun besar juga naik Rp 150 akibat meningkatnya permintaan.

"Nah cabai rawit terjadi lonjakan harga yang signifikan naik sebesar Rp 5.083 menjadi Rp 66.767/kg meskipun pasokan dilaporkan meningkat," katanya.

Sebaliknya, daging sapi (paha belakang) turun Rp 556 meski stok menurun. Sementara itu, daging ayam ras turun tipis Rp 67 dan telur ayam ras stabil di harga Rp 29.732 per kilogram.

"Harga lain tidak mengalami perubahan harga sama sekali, seperti gula pasir (curah dan premium). Minyak goreng (curah, premium, dan Minyakita) stabil di harga Rp 20.000 per liter, Rp 23.500 per liter dan Rp 15.700 untuk MinyaKita per liter," tegasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads