detikBali

Peternak di Pupuan Tabanan Keluhkan Penjualan Kambing Lesu Jelang Idul Adha

Terpopuler Koleksi Pilihan

Peternak di Pupuan Tabanan Keluhkan Penjualan Kambing Lesu Jelang Idul Adha


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Kondisi salah satu peternakan kambing di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali. (Foto: Dok. Istimewa)
Kondisi salah satu peternakan kambing di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali. (Foto: Dok. Istimewa)
Tabanan -

Sejumlah peternak kambing di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali, mengeluhkan lesunya penjualan jelang Hari Raya Idul Adha 2026. Padahal, sebagian besar kambing peliharaan mereka sudah memenuhi syarat sebagai hewan kurban.

Perbekel Desa Pujungan, I Gede Rima Yasa, mengakui jumlah pembeli yang datang langsung kepada para peternak kambing di wilayahnya masih sepi. Padahal, dia berujar, ternak kambing dari wilayah Pupuan biasanya menjadi target utama pembeli menjelang Idul Adha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu peternak lokal sudah punya langganan tetap. Tapi sekarang justru sulit bersaing," ungkap Rima Yasa, Senin (18/5/2026).

Rima Yasa menduga kondisi tersebut dipengaruhi masuknya hewan ternak dari luar Bali yang mengisi kebutuhan pasar kurban. Meski belum memiliki data valid, informasi yang diterima di lapangan menyebutkan hal tersebut berdampak pada menurunnya serapan kambing lokal.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, hampir seluruh kambing yang dipelihara peternak di wilayah tersebut sudah siap jual. Bagi warga Desa Pujungan, beternak kambing menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan mereka.

"Di desa kami sekitar 20 persen petani memelihara kambing dengan rata-rata 10 ekor per orang," imbuhnya.

Rima Yasa menilai potensi peternakan kambing di wilayahnya cukup besar karena didukung pakan alami. Selain itu, dia melanjutkan, sistem pemeliharaan organik juga menghasilkan daging yang lebih empuk.

Dia berharap pemerintah bisa hadir untuk memperkuat pemasaran ternak di sektor hilir agar usaha yang telah dirintis warga tidak mengalami kerugian besar. "Jika tanpa dukungan pemasaran yang kuat, potensi tersebut sulit berkembang," pungkasnya.




(iws/iws)










Hide Ads