Nantinya ritual ini setiap orang akan melumuri tubuh dengan lumpur dengan tujuan untuk membersihkan diri dari hal-hal negatif, niskala (mensucikan diri), dan juga menjadi simbol syukur atas kesuburan tanah.
Mebuug-Buugan diadakan tiap tahun di hari Ngembak Geni atau Umanis Nyepi sehari setelah Nyepi yang diawali dengan doa bersama di Pura Dalem, kemudian turun ke area berlumpur dan saling melempar lumpur, lalu diakhiri dengan membersihkan diri di Pantai Kedonganan.
Untuk tahun ini yaitu Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, tradisi Mebuug-Buugan diperkirakan berlangsung pada Jumat, 20 Maret 2026 di Desa Adat Kedonganan, Kuta, Badung, Bali.
Dulunya tradisi ini sempat vakum dan kembali dihidupkan oleh pemuda setempat dan semakin dikenal luas serta menarik perhatian wisatawan yang sedang berkunjung.
Tradisi Mebuug-Buugan di Kedonganan ini menjadi salah satu contoh kekayaan budaya Bali yang masih dilestarikan hingga saat ini.
Meski ini terlihat hanya mandi lumpur biasa, namun tradisi ini penuh makna, karena itu diharapkan setiap wisatawan yang berkunjung dan ingin menyaksikan menghormati aturan dan nilai adat yang berlaku.
(nor/nor)










































