detikBali

Bulfest 2026 Usung Konsep Vintage, Hidupkan Lagi Dagang Patokan Era 1980-an

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bulfest 2026 Usung Konsep Vintage, Hidupkan Lagi Dagang Patokan Era 1980-an


Made Wijaya Kusuma - detikBali

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, saat konferensi pers Lovina Festival 2026 di kawasan Pantai Lovina, Kamis (23/7/2026). (Dok. Kominfo Buleleng)
Foto: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Kamis (23/7/2026). (Dok. Kominfo Buleleng)
Buleleng -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng bakal menyuguhkan konsep berbeda pada Buleleng Festival (Bulfest) 2026. Mengusung tema vintage, festival tahunan itu akan membawa pengunjung bernostalgia dengan menghadirkan kembali suasana Buleleng tempo dulu, termasuk menghidupkan konsep dagang patokan yang sempat populer pada era 1980-an.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan konsep vintage dipilih agar Bulfest tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan sejarah dan identitas Buleleng kepada generasi muda. Ornamen, tata warna, kuliner hingga hiburan akan dikemas dengan nuansa tempo dulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Konsepnya itu vintage, jadi kembali ke zaman yang dulu. Makanya semua ornamen lebih ke arah zaman dulu, ke kolonial. Musiknya juga begitu, warna-warnanya juga warna vintage," kata Sutjidra kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).

Salah satu yang menjadi daya tarik Bulfest tahun ini adalah dihadirkannya kembali konsep dagang patokan. Menurut Sutjidra, konsep tersebut bukan untuk menghidupkan citra lama yang sempat identik dengan aktivitas malam hari, melainkan mengembalikan makna positifnya sebagai pedagang kecil yang berjualan secara mandiri.

ADVERTISEMENT

"Dagang patokan itu mereka mengerjakan semuanya sendiri. Mulai membuat makanan, melayani pembeli sampai menerima pembayaran. Jadi memang konsep pedagang kecil yang mandiri," jelasnya.

Ia mengakui istilah dagang patokan sempat memiliki konotasi negatif di masyarakat karena identik dengan pedagang yang baru berjualan larut malam. Namun, melalui Bulfest, Pemkab Buleleng ingin mengubah persepsi tersebut.

"Salah satunya memang untuk mengembalikan citra dagang patokan. Dulu banyak yang mulai jualan malam-malam. Sekarang konsepnya berbeda, mulai sore sampai malam dan menjadi bagian dari penguatan UMKM," ujar Sutjidra.

Tak hanya itu, pengunjung juga akan disuguhi aneka kuliner tradisional seperti laklak, pisang goreng, kopi, teh, hingga jajanan khas Buleleng lainnya. Seluruh tenant kuliner juga dikurasi agar sesuai dengan konsep vintage yang diusung tahun ini.



(nor/nor)









Hide Ads