detikBali

3 Remaja di Mataram Dianiaya Orang Tak Dikenal Saat Melintas, Warga Resah

Terpopuler Koleksi Pilihan

3 Remaja di Mataram Dianiaya Orang Tak Dikenal Saat Melintas, Warga Resah


Sui Suadnyana, Nathea Citra - detikBali

Polisi mendatangi TKP dugaan penganiayaan tiga remaja di Jalan Airlangga, Mataram, NTB, Minggu (19/4/2026). (Foto: Dok. Polresta Mataram)
Foto: Polisi mendatangi TKP dugaan penganiayaan tiga remaja di Jalan Airlangga, Mataram, NTB, Minggu (19/4/2026). (Foto: Dok. Polresta Mataram)
Mataram -

Warga Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), resah soal kasus penyerangan atau penganiayaan tiga remaja di Simpang Empat Arum Jaya, Jalan Airlangga, Minggu (19/4/2026) dini hari dan viral di media sosial (medsos). Warga kian was-was karena ditemukan senjata tajam (sajam) berupa anak panah di lokasi kejadian.

"Was-was kita dibuat, habis lihat video pengeroyokan anak-anak di Simpang Airlangga itu. Yang bikin makin takut, dari video yang beredar, ada tiga busur yang ditemukan di lokasi. Jadi ndak berani lewat Jalan Airlangga kalau malam-malam," kata Ajeng, salah satu warga Mataram, Senin (20/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yulia, salah seorang mahasiswi di Mataram, mengungkapkan hal senada. Ia mengaku was-was seusai video pengeroyokan tiga remaja di Jalan Airlangga viral di medsos.

"Anak kos kayak kita ini jadi makin takut buat keluar malam. Biasanya kalau malam, kita suka cari makan di luar, misalkan nasi goreng. Karena kejadian pengeroyokan itu, ndak lagi-lagi deh keluar malam, mending diem di kamar kos aja," ujar Yulia.

ADVERTISEMENT

Kasatpol PP Mataram, Irwan Rahadi, saat diwawancarai, Senin (20/4/2026). (Nathea Citra/detikBali)Foto: Kasatpol PP Mataram, Irwan Rahadi, saat diwawancarai, Senin (20/4/2026). (Nathea Citra/detikBali)

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Mataram, Irwan Rahadi, memastikan telah berkoordinasi dengan Polresta Mataram terkait kasus pengeroyokan dan temuan sajam berupa busur dalam kasus penganiayaan remaja di Jalan Airlangga. Irwan mengimbau masyarakat Mataram tak terprovokasi terkait kasus itu.

"Kami imbau masyarakat jangan terprovokasi, ini masih dalam taraf penyelidikan, motifnya apa. Apakah ini murni pengadangan atau pengeroyokan atau mungkin ada motif lain. Kita percayakan hasil penyelidikan di kepolisian," terang Irwan.

"Kami juga mengimbau anak-anak di Mataram, khususnya anak-anak muda, jangan keluar rumah saat dini hari jika tidak ada keperluan. Kalau bisa sih jangan keluar rumah hingga dini hari," sambung Irwan.

Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Mataram, Lalu Martawang, juga mengimbau warga agar tak perlu panik seusai kemunculan kasus pengeroyokan sejumlah remaja di Jalan Airlangga.

"Saya kira warga tidak usah panik, nggak usah resah dengan adanya informasi itu. Berikan kepercayaan penuh kepada aparat keamanan kita," pinta Martawang.

Diberitakan sebelumnya, tiga remaja inisial SR, RSA, dan AZ diduga dianiaya orang tak dikenal di Simpang Empat Arum Jaya, Jalan Airlangga, Mataram. Para korban mengalami luka-luka akibat terkena senjata tajam.

Kapolsek Selaparang, Iptu Zulharman Lutfi, mengatakan dugaan penganiayaan itu terjadi pada Minggu (19/4/2026) dini hari. Penganiayaan itu diketahui polisi setelah menerima aduan masyarakat melalui call center 110.

"Di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan tiga remaja yang diduga menjadi korban penganiayaan. Ketiganya segera dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis," ucap Zulharman.

Zulharman mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi sementara, dugaan penganiayaan ini bermula saat AZ yang dibonceng rekannya melintas di Jalan Airlangga. Saat melintas, AZ dan rekannya tiba-tiba diserang belasan orang tak dikenal hingga mengalami luka. "Teman korban berhasil melarikan diri," katanya.




(iws/iws)











Hide Ads