Pedagang di Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi korban penipuan pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang diduga dioplos air. Polisi tengah memburu pengedar BBM oplosan tersebut.
Solihatin (45), pedagang yang membeli BBM, menjelaskan saat itu ia didatangi pria tak dikenal menawarkan BBM jenis Pertalite. Pria tersebut kemudian datang kembali membawa tiga jeriken masing-masing berisi sekitar 35 liter BBM pada malam hari.
"Setelah dia menawarkan BBM pada hari minggu, keesokan harinya pada hari Senin dia datang mengantarkan BBM seorang diri pada malam hari sekitar pukul 23.30 Wita," terang Solihatin (45), saat dihubungi via telepon, Kamis (7/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Solihatin saat itu belum sempat mengecek isi jeriken karena telah larut malam dan sudah mengantuk.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lombok Timur, Iptu Arie Kusnandar, mengatakan telah menerima laporan tersebut. Satreskrim Polres Lombok Timur tengah melakukan penyelidikan.
"Anggota kami sudah turun ke lapangan untuk mengumpulkan keterangan terkait dugaan penipuan penjualan Pertalite yang dicampur air. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan," kata Arie.
Ciri-ciri pengedar BBM oplosan, tutur Arie, yakni badan kurus dan berusia sekitar 40 tahun. Ia menduga pelaku tidak hanya sekali dalam beraksi.
"Ada indikasi ia juga menyasar kios-kios kecil dan beraksi pada jam-jam sepi pada tengah malam," imbuh Arie.
Arie mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penawaran bahan bakar dengan harga atau cara yang tidak wajar. Ia meminta untuk segera melapor jika menemukan hal mencurigakan.
"Segera melapor kepada kami kalau ada yang menjual secara tidak wajar dan mencurigakan," pinta Arie.
(iws/iws)










































