Polisi mengamankan tujuh remaja yang nekat melakukan aksi balap liar di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB), Jembatan Merah, Desa Gunaksa, Klungkung, Bali, Jumat (8/5/2026) dini hari. Untuk mengelabui petugas, mereka mengangkut motor drag menggunakan sebuah mobil boks.
Aksi tersebut terendus tim patroli Polres Klungkung pada Rabu (8/5/2026). Saat digerebek, petugas menemukan satu mobil Daihatsu Grand Max yang di dalamnya tersimpan motor modifikasi khusus drag race yang siap digeber di aspal Jembatan Merah.
Ketujuh remaja beserta kendaraannya langsung digelandang ke Mapolres Klungkung. Mereka tidak hanya diberikan surat tilang, tetapi juga dikumpulkan di Ruang Pelayanan Publik untuk mendapatkan pembinaan khusus dari Polres Klungkung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berikan arahan tegas kepada para pelaku dan juga memanggil orang tua mereka. Aksi balap liar di kawasan PKB ini sangat membahayakan, baik bagi diri mereka sendiri maupun pengguna jalan lain," ujar Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa.
Dalam proses pembinaan tersebut, polisi menekankan pengawasan orang tua merupakan kunci utama. Pasalnya, mayoritas pelaku masih berusia remaja dan melakukan aksi berbahaya tersebut pada jam-jam rawan, yakni tengah malam hingga dini hari.
"Kami imbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya. Jangan biarkan mereka keluar hingga dini hari, apalagi membawa kendaraan yang tidak sesuai standar keselamatan," tambah Alit.
Meski telah diberikan pembinaan, Polres Klungkung tetap memberikan sanksi tilang sebagai efek jera. Kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis (seperti penggunaan knalpot brong atau tanpa perlengkapan standar) harus dikembalikan ke kondisi standar sebelum bisa diambil kembali.
Polisi menegaskan tidak akan memberi ruang bagi balap liar di Klungkung. Patroli Blue Light akan semakin diintensifkan di titik-titik rawan seperti Jembatan Merah dan Bypass Ida Bagus Mantra untuk menjaga ketertiban umum (kamtibmas).
"Kegiatan ini murni untuk edukasi. Kami ingin generasi muda sadar bahwa aspal jalan raya bukan tempat untuk balapan. Jika ingin berprestasi, gunakan jalur resmi," pungkasnya.
(hsa/iws)










































