Banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Selasa (13/01/2026). Salah satu penyebab banjir tersebut terungkap karena sedimentasi akut pada Sungai Bengkang, Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar), dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I menurunkan masing-masing satu ekskavator untuk melakukan normalisasi aliran Sungai Bengkang.
"Alat berat eskavator tiga kami kerahkan. Itu dari BBWS, Pemprov NTB, dan Pemkab Lobar," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lombok Barat, Lalu Ratnawi, Senin (19/01/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratnawi mengatakan normalisasi Sungai Bengkang sudah berlangsung selama empat hari. Menurutnya, pengerjaan memang memakan waktu karena sedimentasi di Sungai Bengkang sudah terlalu akut dengan kedalaman sampai tiga meter.
"Kami keruk sedimentasi sungainya yang sudah akut tersebut untuk bisa kembali ke keadaan awal. Rata-rata pengerukan sedimentasi mencapai 2 sampai 3 meter," jelas Ratnawi.
Langkah penanganan jangka pendek, Ratnawi mengatakan, lumpur sedimentasi hasil pengerukan Sungai Bengkang kemudian akan dimasukkan karung untuk dijadikan sebagai tanggul sementara.
Selain Sungai Bengkang, saluran-saluran drainase warga juga ditemukan sudah tidak berfungsi mengalirkan air karena sumbatan dan sedimentasi yang cukup parah. "Terlebih lagi banyak bangunan yang dibangun di atas saluran itu sehingga membuat banyak sumbatan. Jadi kami harus bongkar," jelas Ratnawi.
Ratnawi belum bisa memperkirakan sampai kapan proyek normalisasi Sungai Bengkang akan selesai dikerjakan. Menurutnya, ada beberapa titik yang sedimentasinya masih parah sehingga memerlukan waktu dan ekskavator besar untuk proses pengerukan.
"Sampai hari ini tim masih melakukan pengerukan sedimentasi di daerah aliran sungai. Kita lihat kondisi di lapangan untuk waktu pengerjaannya," jelas Ratnawi.
(hsa/hsa)










































