detikBali

Ayah 2 Anak di Sikka Tewas Gantung Diri gegara Tertekan Sakit Menahun

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ayah 2 Anak di Sikka Tewas Gantung Diri gegara Tertekan Sakit Menahun


Yurgo Purab - detikBali

Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah. Foto: Thinkstock
Sikka -

Disclaimer: Depresi dan munculnya keinginan bunuh diri bukanlah hal sepele. Kesehatan jiwa merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan tubuh atau fisik. Jika gejala depresi semakin parah, segeralah menghubungi dan berdiskusi dengan profesional seperti psikolog, psikiater, maupun langsung mendatangi klinik kesehatan jiwa.

Seorang pria berinisial AB (39), warga Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas gantung diri, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 13.00 Wita. Korban diketahui merupakan ayah dari dua anak.

Kasi Humas Polres Sikka Ipda Leonardus Tunga mengatakan peristiwa itu pertama kali diketahui oleh anak perempuan korban, Maria (19), sepulang dari sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pulang dari sekolah dan sesampainya di depan rumah, Maria mendengar suara anak korban yang kedua berumur sekitar 3 tahun sedang menangis di dalam rumah," ujar Leonardus kepada detikBali, Sabtu.

ADVERTISEMENT

Mendengar suara tangisan adiknya, Maria berusaha memanggil adiknya tersebut namun tak kunjung dibalas. Maria kemudian membuka pintu rumah tapi seluruh pintu rumah terkunci dari dalam.

Ia lalu memanjat jendela belakang dapur rumah dan terkejut melihat ayahnya sudah tergantung dengan menggunakan tali nilon warna biru dengan ukuran -+ 6 milimeter diikat pada bagian rangka atap dapur..

"Melihat kejadian itu Maria berteriak memanggil keluarga dan para tetangga sekitar dan saat itu datanglah warga mendobrak atau membuka pintu belakang dapur," imbuhnya.

Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kewapante sekitar pukul 13.50 Wita. Petugas yang tiba di lokasi langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Sikka untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah olah TKP, jenazah korban dibawa ke RS St. Gabriel Kewapante. Berdasarkan keterangan keluarga, korban yang berprofesi sebagai karyawan swasta itu sudah lama menderita sakit dan kerap menjalani perawatan, tapi tidak kunjung sembuh.

Saat kejadian, istri korban sedang berada di rumah keluarganya di wilayah Nataleba, Kecamatan Waigete, bersama anak sulung.

Polisi menduga motif peristiwa ini berkaitan dengan kondisi kesehatan korban yang tidak kunjung membaik serta beban biaya pengobatan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi.

"Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan visum luar dan autopsi," pungkasnya.




(nor/nor)










Hide Ads