detikBali

Guru Ungkap Fakta Siswa Meninggal gegara Freestyle Gim FF di Lombok Timur

Terpopuler Koleksi Pilihan

Guru Ungkap Fakta Siswa Meninggal gegara Freestyle Gim FF di Lombok Timur


Sanusi Ardy W - detikBali

Sakiatun Nisa Guru SDN 3 Lenek Baru, Kecamatan Lenek, Lombok Timur, NTB, ketika di wawancara, Jumat (8/5/2026). foto (Sanusi Ardi W/detikBali)
Foto: Sakiatun Nisa Guru SDN 3 Lenek Baru, Kecamatan Lenek, Lombok Timur, NTB, ketika di wawancara, Jumat (8/5/2026). foto (Sanusi Ardi W/detikBali)
Denpasar -

Guru SDN 3 Kalijaga Baru, Kecamatan Lenek, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), membeberkan fakta siswa meninggal dunia karena menirukan freestyle gim Free Fire (FF) yang viral di media sosial (medsos). Pihak sekolah menyayangkan banyaknya beredar misinformasi yang beredar di medsos.

Sakiatun Nisa, wali kelas dari siswa tersebut menjelaskan, aksi freestyle gim FF tidak dilakukan di sekolah. Ia menegaskan aksi freestyle yang dilakukan oleh siswanya di sekolah pada saat jam pelajaran olahraga tidak benar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk kejadian di sekolah tidak ada yang seperti dibilang sama media sosial itu, ada dibilang ketika jam olahraga terus patah tulangnya itu informasi tidak benar, kejadianya juga tidak terjadi di sekolah. Ini kejadiannya di rumah," terang Nisa ditemui detikBali di ruang guru, Jumat (8/5/2026).

Nisa menegaskan foto yang beredar di medsos yang menunjukan seorang anak menggunakan seragam sekolah melakukan freestyle ala gim FF bukanlah siswanya. Ia menyayangkan banyak konten kreator yang mengunggah foto dan menulis keterangan secara berlebihan.

ADVERTISEMENT

"Saya sangat menyayangkan sekali karena yang pertama posting itu adalah saya wali kelasnya dan fotonya itu fotonya ketika duduk di bangku untuk mengambil kenang-kenangan untuk ditempel di hiasan dinding kelas. Setelah saya unggah tapi captionnya yang saya tulis hanya berbelasungkawa saja, tapi oleh orang lain di media sosial foto yang saya upload itu berdampingan dengan foto-foto lain yang freestyle dan ironisnya lagi pakai baju sekolah, kemudian itu yang viral," ujar Nisa.

Nisa mengaku, selama ini tidak pernah melihat siswanya melakukan freestyle seperti yang beredar di medsos. Ia menduga aksi tersebut dilakukan di rumahnya.

"Kalau di sekolah tidak pernah ada kami lihat. Di kelas 1 tidak ada, anaknya ini termasuk dia lugu juga yang meninggal ini. Tetapi kemungkinan aksi freestyle ini dilakukan di rumahnya, kalau itu kan di luar pengawasan kami. Kami juga tidak tahu freestyle ini seperti apa, baru setelah berita ini viral kami cari tahu di internet," ucapnya.

Usai kejadian tersebut, pihak sekolah telah mengingatkan kepada para siswa untuk tidak melakukan gerakan-gerakan yang bisa membahayakan diri. Orang tua siswa juga diminta untuk mengawasi anak-anak di rumah ketika menggunakan media sosial.

"Sudah kami lakukan sosialisasi, ini menjadi pembelajaran supaya tidak terulang lagi kasus serupa. Kami sudah kami sampaikan ke wali murid juga supaya anak-anak kita diawasi dan dijaga ketika di rumah terutama dari pengaruh media sosial," kata Nisa.

Sakiatun Nisa Guru SDN 3 Lenek Baru, Kecamatan Lenek, Lombok Timur, NTB, ketika di wawancara, Jumat (8/5/2026). foto (Sanusi Ardi W/detikBali)SDN 3 Lenek Baru, Kecamatan Lenek, Lombok Timur, NTB, Jumat (8/5/2026). foto (Sanusi Ardi W/detikBali)



(nor/nor)










Hide Ads