detikBali

Kotoran Kuda Berceceran di Mataram, Pemkot Siapkan Kantong Rp 30 Juta

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kotoran Kuda Berceceran di Mataram, Pemkot Siapkan Kantong Rp 30 Juta


Nathea Citra - detikBali

Ilustrasi - Angkutan tradisional cidomo di Pasar Karang Jasi, Cakranegara, Kota Mataram, beberapa waktu lalu. (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Foto: Ilustrasi - Angkutan tradisional cidomo di Pasar Karang Jasi, Cakranegara, Kota Mataram, beberapa waktu lalu. (Foto: Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Warga mengeluhkan kotoran kuda dari angkutan tradisional cidomo yang kerap berceceran di sejumlah jalan protokol di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram pun akan menyediakan kantong untuk menampung kotoran kuda dengan anggaran Rp 30 juta.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Zulkarwin, mengungkapkan penanganan ceceran kotoran kuda ini belum maksimal karena belum tersedianya titik pembuangan kotoran. Menurutnya, para kusir cidomo di Mataram kebingungan ketika kantong kotoran yang dimiliki terisi penuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seharusnya saat keluar dari pasar, kotoran kuda itu harus sudah kosong. Perkaranya sekarang pengangkutannya belum ada," kata Zulkarwin saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).

Sempat muncul wacana untuk mengolah limbah kotoran kuda cidomo menjadi biogas. Namun, hingga kini wacana ini tak kunjung terealisasi. Sebagai solusi, Dishub Mataram menyiapkan kantong kotoran berbahan karet.

ADVERTISEMENT

"Kami anggarkan sekitar Rp 30 juta, kantong kotoran kuda ini bahannya karet," jelas Zulkarwin.

Zulkarwin belum bisa menerapkan sanksi tegas bagi kusir cidomo yang membiarkan kotoran kudanya berceceran di jalanan. Menurutnya, petugas baru bisa mengimbau agar para kusir cidomo membersihkan kotoran kudanya jika berjatuhan di jalan.

"Sanksi belum ada. Paling tidak kalau kami temukan di lapangan ada kotoran yang tercecer, kami minta untuk dibersihkan. Karena mereka sudah dibekali alat kebersihan," pungkasnya.

Nabila, salah seorang mahasiswi di Mataram, turut mengeluhkan ceceran kotoran kuda di jalan protokol. Ia berharap segera ada solusi agar warga dan wisatawan tidak mengeluhkan kondisi tersebut.

"Jorok banget, malah kusirnya cuek. Paling sering kejadiannya saat antre di traffic light, kotoran kudanya jatuh begitu saja," keluhnya.




(iws/iws)










Hide Ads