Sebanyak 12 bangunan rusak hingga terbakar akibat bentrokan antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu malam (9/5/2026) hingga Minggu (10/5/2026).
"12 bangunan rusak berat akibat konflik antarwarga tersebut. 10 bangunan rumah, 1 bangunan apotek, satu kios," kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Flores Timur, AKP Eliezer A, saat dikonfirmasi detikBali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eliezer mengatakan sebanyak 157 personel gabungan TNI Polri dikerahkan untuk melakukan pengamanan. Personel TNI yang dikerahkan berasal dari Komando Rayon Militer (Koramil) 1624-02 Adonara.
Sementara polisi yang dikerahkan terdiri dari personel Polres Flores Timur, bawah kendali komando (BKO) Brigade Mobil (Brimob) Polres Ende, BKO Brimob Polresta Kupang Kota, BKO Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polres Sikka serta personel Polsek jajaran.
Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, mengatakan kehadiran personel gabungan di lapangan merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun informasi yang belum tentu benar, serta menahan diri dari tindakan yang dapat memperkeruh situasi," pinta Aditya.
"Percayakan proses penanganan kepada aparat keamanan, karena keselamatan, keamanan, dan kedamaian masyarakat adalah prioritas utama kami," imbuh Aditya.
Aditya mengajak seluruh tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus menjadi penyejuk dan penguat persaudaraan di tengah situasi yang berkembang. Menurutnya, semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan budaya musyawarah yang telah lama hidup di tanah Adonara.
Aditya juga berharap setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai, bermartabat. "Tetap menjaga persatuan demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Flores Timur," ucapnya.
(iws/iws)










































