detikBali

Bukit Pergasingan Lombok Segera Dibuka Kembali, Pendaki Wajib Deposit Sampah

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bukit Pergasingan Lombok Segera Dibuka Kembali, Pendaki Wajib Deposit Sampah


Sanusi Ardi W - detikBali

Puncak Gunung Rinjani Lombok dari Bukit Pergasingan Sembalun Lombok Timur, NTB.
Lanskap puncak Gunung Rinjani Lombok dari Bukit Pergasingan Sembalun Lombok Timur, NTB. (Foto: Ahmad Viqi/detik Bali)
Lombok Timur -

Bukit Pergasingan, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), segera dibuka kembali setelah sempat ditutup sepekan lebih. Pengunjung dan para pendaki bakal diwajibkan deposit sampah dan mengemas ulang barang bawaan.

Ketua Pengelola Bukit Pergasingan, Royal Sembahulun, menjelaskan aturan baru tersebut akan mulai diterapkan ketika pendakian dibuka kembali pada Rabu (12/8). Aturan baru ini sebagai upaya mengurangi sampah di Bukit Pergasingan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami kembali membuka Bukit Pergasingan pada 12 Agustus ini, dengan sistem penanganan sampah yang lebih kompeten," kata Royal, Minggu (9/8/2026).

Dalam aturan tersebut, para pendaki akan diwajibkan deposit Rp 10 ribu per item barang bawaan yang berpotensi menjadi sampah. Royal menerangkan para pendaki juga diwajibkan untuk mengemas ulang barang bawaan dalam wadah yang dibawa dari rumah.

ADVERTISEMENT

"Untuk sementara kami tetapkan Rp 10 ribu per item sampah. Terutama sampah yang berukuran kecil-kecil itu nanti akan ada klasifikasi, karena itu yang kami khawatirkan seperti bungkus permen, puntung rokok cukup sulit pembersihannya," terang Royal.

"Kami berikan opsi untuk pewadahan ulang terkait barang yang berpotensi menghasilkan sampah untuk menghindari pengunjung mengeluarkan uang deposit yang besar, tinggal mereka yang pilih," urainya.

Sebelumnya, Bukit Pergasingan ditutup sementara sejak 30 Juli lalu. Penutupan dilakukan setelah video warga negara (WN) Inggris yang menyoroti persoalan sampah di kawasan wisata tersebut.

Video itu diunggah melalui akun Instagram @lucy_lari_lari. Berdasarkan video berdurasi 3 menit 13 detik itu, Lucy tampak tak kuasa membendung air mata saat menceritakan pengalamannya melihat sampah berserakan di kawasan wisata alam tersebut.

Selama penutupan sementara pendakian itu, pengelola kawasan melakukan evaluasi dan mempersiapkan aturan terkait pendakian. Belakangan, Lucy pun menyampaikan apresiasi setelah mengetahui bahwa pengelola kawasan akan berbenah.



(iws/iws)











Hide Ads