detikBali

Kontroversi Gianni Infantino hingga FIFA Pasang Badan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kontroversi Gianni Infantino hingga FIFA Pasang Badan


Putra Rusdi K - detikBali

SANTIAGO, CHILE - OCTOBER 19: FIFA President, Gianni Infantino applauds after the FIFA U-20 World Cup Chile 2025 final match between Argentina and Morocco at Estadio Nacional Julio Martinez Pradanos on October 19, 2025 in Santiago, Chile. (Photo by Martín Fonseca/Eurasia Sport Images/Getty Images)
Presiden FIFA Gianni Infantino. (Foto: Getty Images/Eurasia Sport Images)
Denpasar -

Presiden FIFA Gianni Infantino kembali dihinggapi kontroversi lantaran diduga menyalahgunakan jabatannya saat di UEFA. FIFA pun pasang badan dan memberi pembelaan untuk Infantino.

Asosiasi tertinggi sepakbola dunia itu menyebut gosip ini dihembuskan untuk melemahkan FIFA dan Infantino. Dalam pernyataannya, FIFA menilai tindakan ini dilakukan untuk menggulingkan Infantino.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"FIFA tidak akan mendukung, memfasilitasi, atau menoleransi proses apa pun terkait pemilihan Presiden FIFA yang tidak sesuai dengan Statuta FIFA, prosedur demokratis, dan kerangka tata kelola yang telah ditetapkan. Presiden FIFA dipilih secara demokratis oleh Asosiasi Anggota FIFA dan terus menjalankan tugasnya berdasarkan mandat dari mereka," bunyi pernyataan FIFA seperti dari detikSport, Minggu (9/8/2026).

Infantino sebelumnya sempat dikecam akibat rencananya yang hendak menjual saham Piala Dunia ke pihak swasta. Namun, proposal penjualan saham Piala Dunia tersebut kemudian dibatalkan setelah ditentang banyak pihak.

ADVERTISEMENT

Belum reda kontroversi mengenai hal tersebut, tudingan miring kembali datang ke Infantino. Laporan dari Daily Telegraph menyebut Infantino memanfaatkan jabatannya saat menjadi Sekretaris Jenderal UEFA pada 2009-2016 untuk membiayai bawahan perempuan yang dirumorkan pacar simpanannya.

Infantino diduga menggunakan uang UEFA untuk membiayai simpanannya itu menyelesaikan gelar MBA di sekolah bisnis. Tak hanya itu, pria asal Swiss berusia 56 tahun itu juga dilaporkan membantu simpanannya tersebut mendapatkan posisi strategis melalui koneksinya di UEFA.

FIFA menilai tudingan terkait penyalahgunaan jabatan oleh Infantino tersebut tidak benar. FIFA menyebut serangan dilakukan untuk melemahkan Infantino.

Diketahui, pemilihan presiden baru FIFA baru akan digelar pada Maret 2027. Infantino sendiri kembali mencalonkan diri untuk menduduki jabatan tersebut.

"Semakin jelas terlihat adanya upaya terencana dan berkelanjutan dari pihak-pihak tertentu untuk melemahkan FIFA dan Presidennya. Mereka yang tidak mendapat dukungan dari Asosiasi Anggota FIFA seharusnya tidak berupaya mencapai tujuan melalui tuduhan, sindiran, atau informasi yang keliru-hal-hal yang tidak dapat mereka capai melalui proses demokratis FIFA yang sudah kuat," lanjut pernyataan FIFA tersebut.

Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)











Hide Ads