detikBali

Vila di Ubud Sulap Pesawat Boeing Jadi Kabin Inap, Awalnya untuk Tamu Istimewa

Terpopuler Koleksi Pilihan

Vila di Ubud Sulap Pesawat Boeing Jadi Kabin Inap, Awalnya untuk Tamu Istimewa


Aryo Mahendro - detikBali

Penampakan kamar berupa pesawat Boeing 737 bekas di vila Biyu Siyu, Ubud, Gianyar, Jumat (10/4/2026). (Aryo Mahendro/detikBali)
Foto: Penampakan kamar berupa pesawat Boeing 737 bekas di vila Biyu Siyu, Ubud, Gianyar, Jumat (10/4/2026). (Aryo Mahendro/detikBali)
Gianyar -

Semenjak didatangi penggiat wisata dan media sosial asal Irlandia, Janet Newenham, vila Biyu Siyu tak pernah sepi tamu. Vila berlokasi di Jalan Penestanan Kelod, Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, itu punya pesawat Boeing 737 bekas yang jadi salah satu dari 9 kamar yang tersedia di vila Biyu Siyu.

"Semenjak Janet unggah di akun instagramnya sebulan lalu, banyak orderan (pesanan kamar) masuk. Selalu ada tamu terus. Ada tamu lokal, tapi mayoritas pasangan tamu asing," kata Manajer Biyu Siyu Heri Wiyoko ditemui detikBali di vilanya, Jumat (10/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detikBali sempat mampir ke Biyu Siyu. Lokasinya, tak jauh dari Pasar Seni Ubud dan Puri Agung Ubud. Lebih tepatnya, berjarak 300 meter dari museum The Blanco Renaissance. Hanya, letak bangunan vilanya sedikit 'menipu' karena berada di gang sebelah akses masuk vila lain dan dengan tanda nama yang tidak terlalu gamblang terlihat.

Akses masuk Biyu Siyu langsung mengarah ke lobi vila. Posisinya berada di sisi utara bangunan utama. Sedangkan kamar pesawatnya berada di balik gedung itu atau berada di sisi selatan.

ADVERTISEMENT

Pesawatnya cukup besar, siapapun yang menginap di vila itu tidak akan melewatkannya. Badan pesawat bercat setengah biru dan setengah warna putih secara horisontal. Dua nama konglomerat super kaya asal Amerika Serikat (AS), Milton Friedman dan Warren Buffet, tertulis dengan cat warna putih di atas cat warna biru di sisi kiri dan kanan badan pesawatnya.

Ada tangga untuk akses masuk ke pesawat itu yang tersambung ke pintu di antara pintu kokpit pilot dan kabin penumpang. Kamar pesawat itu bertengger dengan tiga pasang roda pedaratannya di atas pondasi beton sebagai sanggahan tambahan.

Kode M-001 di penutup roda pendaratan (nose landing gear bay) sisi kiri dan kode WB-001 masih terlihat jelas. Lima lampu taman kecil di bawah lambung pesawat jadi penerangan yang menghias Boeing 737 itu saat hari mulai gelap.

Kondisi fisik pesawat tidak terlalu mulus. Kaca kokpit berwarna cokelat kusam dengan beberapa retakan, satu wiper atau windshield wiper di jendela kokpit, tanda karat di beberapa bagian badan pesawat. Dua mesin jet di sisi kiri dan kanan sayap sudah tidak.

Hanya menyisakan pylon dan nacelle atau bingkai yang membungkus mesin jet, yang masih tertancap di masing-masing sayapnya. Bekas guratan noda juga terlihat jelas di lambung pesawat yang berwarna putih.

Fasilitas di dalam kamar pesawat Vila Biyu Siyu, Gianyar, Bali. (Airbnb)Fasilitas di dalam kamar pesawat Vila Biyu Siyu, Gianyar, Bali. (Airbnb)

Heri mengatakan pesawat bekas itu adalah kamar terbesar sekaligus kamar termahal di vila Biyu Siyu. Harga sewa atau tarif menginapnya Rp 1 juta per malam.

"Kalau kamar lainnya tidak semahal itu. Ada kamar yang (tarif menginapnya) separuhnya. Ada juga yang lebih murah," kata Heri.

Heri mengatakan, pengunjung dapat memesan kamar berkapasitas maksimal dua orang itu di aplikasi Airbnb. Tamu yang ingin menginap, juga dapat langsung datang ke vila Biyu Siyu dan memesan kamar Boeing 737 itu jika sedang kosong.

"Pesan kamarnya di aplikasi Airbnb. Tapi langsung datang ke sini juga bisa. Itupun kalau kamarnya sedang kosong atau tidak ada pemesanan. Kamar untuk satu orang atau maksimal dua orang," katanya.

Kamar pesawat Boeing 737 itu kini masih terparkir di vila Biyu Siyu. Seorang warga asing asal Amerika Serikat (AS) bernama Jim yang sedang menginap bersama kekasihnya di pesawat itu.

"Interiornya bagus dan nyaman. Semua baik-baik saja," kata Jim.

Jim mengaku mengetahui soal kamar vila berupa pesawat itu dari akun media sosial Janet. Pria yang sudah tiga tahun tinggal di Desa Pererenan, Kabupaten Badung, itu lalu mengajak kekasihnya untuk mencoba menginap di Biyu Siyu selama tiga hari dua malam.

"Saya tahu dari akun Instagram milik Janet," katanya.

Fasilitas Kamar dan Interior Boeing 737 di Biyu Siyu

Penampakan kamar berupa pesawat Boeing 737 bekas di vila Biyu Siyu, Ubud, Gianyar, Jumat (10/4/2026). (Aryo Mahendro/detikBali)Fasilitas di kamar pesawat sudah lengkap. Ada satu ruang tamu, satu kamar untuk dua orang, satu kamar mandi, televisi, koneksi internet, AC, dan air bersih, Jumat (10/4/2026). (Aryo Mahendro/detikBali)

Heri mengatakan, fasilitas di kamar pesawat itu sudah lengkap. Ada satu ruang tamu, satu kamar untuk dua orang, satu kamar mandi, televisi, koneksi internet, AC, dan air bersih.

"Koneksi listrik dan air ikut bangunan rumah utama dan disambungkan ke bagian belakang dan lewat roda pendaratan pesawat. Kabel listrik di bawah tanah. Kamar mandinya, bekas toilet pesawat. Tapi sudah dimodifikasi.

Heri mengatakan, semua interior di dalam kabin pesawat juga sudah dimodifikasi. Belasan kursi penumpang kapasitas tiga orang sudah dilepas dan diganti dengan perabotan mewah ala kamar hotel.

Ada juga peralatan video game simulasi pesawat yang terpasang di ruang kokpit. Semua peralatan dan tombol kendali pesawat di kokpit identik dengan aslinya. Hanya, kondisinya sudah rusak dan belum ada perbaikan.

"Penampakan kamarnya bisa dicek di aplikasi Airbnb. Tapi nggak ada telepon seperti kamar hotel. Biasanya saya komunikasi dengan tamu pakai WhatsApp saja. Jadi kalau tamu butuh apapun, tinggal WhatsApp saja," katanya.

"Itu video game simulasi pesawat. Pernah diperbaiki tapi rusak lagi. Karena bukan termasuk fasilitas vila dan pertimbangan biaya, akhirnya belum kami perbaiki lagi," jelasnya.

Berawal dari Keinginan Mengundang Friedman dan Buffet

Penampakan kamar berupa pesawat Boeing 737 bekas di vila Biyu Siyu, Ubud, Gianyar, Jumat (10/4/2026). (Aryo Mahendro/detikBali)Vila Biyu Siyu awalnya hanya rumah pribadi milik seorang warga asing bernama Hugo J. Van Reijen. (Aryo Mahendro/detikBali)

Heri mengatakan, vila Biyu Siyu awalnya hanya rumah pribadi milik seorang warga asing bernama Hugo J. Van Reijen. Ekonom kelahiran Belanda itu tinggal di Biyu Siyu sejak 1980an hingga meninggal dunia pada 2022.

Saat itu, nama Biyu Siyu juga belum ada. Hanya rumah pribadi dengan satu kolam renang dan dua bangunan saja. Nama Biyu Siyu baru tercipta gegara banyak kurir paket yang kebingungan saat mengantar barang ke rumahnya.

"Waktu itu memang nggak ada namanya. Ya, komplek rumah pribadi saja. Terus, banyak kurir yang bingung waktu mengirim barang. Akhirnya kami berpikir untuk memberi nama rumah ini. Tahun 2010 baru terpikir nama Biyu Siyu," kata Heri.

Heri mengatakan, sejak penamaan Biyu Siyu, tidak otomatis rumah Reijen jadi vila. Boeing 737 bekas itu juga baru dibeli Reijen dari seorang makelar pesawat bekas bernama Taufik pada 2018 dengan harga miliaran rupiah.

"Waktu itu diantar pakai lima truk kontainer. Masih berupa potongan. Lalu, dirakit di sini," tuturnya.

Pesawat itu dibeli awalnya untuk dijadikan tempat menginap Warren Buffet dan Milton Friedman. Reijen bermaksud mengundang Buffet dan Milton menginap gratis di rumahnya.

Warna badan pesawat yang masih putih polos, lalu dicat ulang dengan warna biru di setengah badan bagian atasnya, plus nama Warren Buffet dan Milton Friedman. Lengkap dengan peralatan simulasi pesawat di bagian kokpit untuk hiburan dua konglomerat asal AS itu selama menginap di rumah Reijen.

"Karena dia (Reijen) suka dengan warna biru," katanya.

Namun, belum sempat dua rekan ekonomnya itu mampir ke Biyu Siyu, Reijen keburu meninggal dunia. Setahun setelah kepergian Reijen, rumah pribadinya dikomersilkan jadi vila dengan sembilan kamar.

"Akhirnya, baru tahun 2023, rumah pribadi ini mulai disewakan dengan nama vila Biyu Siyu. Konsepnya pondok. Semacam homestay," katanya.

Fasilitas di dalam kamar pesawat Vila Biyu Siyu, Gianyar, Bali. (Airbnb)Fasilitas di dalam kamar pesawat Vila Biyu Siyu, Gianyar, Bali. (Airbnb)

Impian Reijen Sulap Helikopter Bekas Jadi Kamar

Heri mengatakan, Reijen juga berencana menambah kamar di vila Biyu Siyu. Yakni, kamar berupa helikopter bekas

"Rencananya, kami mau tambah satu lagi kamar helikopter. Ya, helikopter bekas juga. Itu lahannya sudah disiapkan," kata Heri.

Namun, Heri mengaku rencana itu belum terlaksana hingga kini. Sepeninggalan Reijen, manajemen Biyu Siyu belum berencana membeli helikopter bekas untuk dijadikan kamar vila.

"Semenjak ownernya (Reijen) meninggal, semua rencananya berhenti. Padahal sudah saya siapkan lingkaran, lahan untuk meletakkan helikopternya," katanya.

Penampakan kamar berupa pesawat Boeing 737 bekas di vila Biyu Siyu, Ubud, Gianyar, Jumat (10/4/2026). (Aryo Mahendro/detikBali)Vila Biyu Siyu, Ubud, juga dilengkapi kolam renang. (Aryo Mahendro/detikBali)



(nor/nor)











Hide Ads