Salah satu penerima beasiswa LPDP, Billy Mambrasar, membagikan kisahnya yang memilih mengundurkan diri sebagai awardee. Ia mengatakan tegaskan ia telah berhenti menerima anggaran LPDP sejak 2024 dan mengajukan pengunduran diri dari 2025.
"Sejak tahun 2025 saya telah mengajukan pengunduran diri dari LPDP," kata dia melalui unggahan media sosial pada hari ini, Rabu (25/2/2026).
"Saya ingin men-submit berkas-berkas asli menindaklanjuti pengunduran dior saya dari LPDP yang sudah saya ajukan di 2025 lalu," lanjutnya dalam video tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harapan Agar Anggaran Bisa Digunakan untuk Anak yang Lebih Membutuhkan
Dalam unggahannya, Billy bercerita bahwa ia melakukan keputusan ini supaya spot beasiswanya dan anggaran yang dikembalikan bisa digunakan untuk membiayai masyarakat lain yang lebih layak dan lebih membutuhkan. Ia mengatakan memutuskan melanjutkan studi doktoral dengan biaya sendiri tanpa membebani anggaran negara, supaya tetap bisa tinggal di Indonesia.
CEO Containder ini menyampaikan akan berkontribusi melalui yayasan Kitong Bisa, melalui perannya sebagai peneliti ekonomi di Pusat Kajian Asean dan Daya Saing di Politeknik Negeri Batam, membantu pendidikan anak-anak Papua yang kurang mampu, atau lewat Containder, startup yang ia dirikan.
"Bagi saya, dana LPDP adalah amanat rakyat. Di dalamnya ada keringat mama-mama Papua, mama-mama Aceh, dan seluruh rakyat Indonesia yang bekerja keras dan membayar pajak, agar anak-anak bangsa bisa meraih pendidikan terbaik," kata lulusan MBA di Australian National University itu.
"Terima kasih rakyat Indonesia, saya berjanji akan terus berkarya buat negara ini, walaupun sebagai anak Papua saya punya 1.001 alasan untuk mungkin benci pada negara ini, tapi tidak, saya tetap cinta kepada Indonesia. Sesuai dengan sumpah saya sebagai anak ITB 'Untuk Tuhan, bangsa, dan almamater, merdeka!'" imbuhnya.
Billy berharap bahwa kesempatan yang dulu diberikan kepadanya, semoga bisa diberikan kepada anak lainnya yang lebih membutuhkan. Ia juga menekankan bahwa dirinya akan tetap mengabdi untuk bangsa Indonesia.
"Saya akan tetap belajar. Saya akan tetap bekerja. Dan saya akan tetap mengabdi untuk Indonesia," ujarnya.
"Karena Indonesia bukan hanya tempat saya dilahirkan. Indonesia adalah tanggung jawab yang saya pilih untuk saya jaga seumur hidup," pungkas pemuda, yang juga lulusan psikologi dan perkembangan manusia di Harvard University tersebut.
(nah/faz)











































