Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Kementerian Keuangan akan terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) lewat kebijakan strategis. Salah satunya lewat penajaman kebijakan beasiswa LPDP.
Ia menyebut mulai 2026, beasiswa LPDP sebesar 80% akan difokuskan pada bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Selain itu, beasiswa LPDP juga difokuskan untuk industri strategis seperti pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), semikonduktor, hilirisasi, maritim, dan manufaktur maju.
"Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus didukung oleh pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi," kata Purbaya dikutip dari laman Kemenkeu, Senin (29/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenkeu Kolaborasi Riset dengan Kampus
Purbaya juga menyebut Kemenkeu saat ini terus menyusun kebijakan berbasis bukti. Bukti tersebut didapat dari hasil kolaborasi riset dengan berbagai perguruan tinggi.
Kemenkeu menyediakan Center of Public Finance Reseach, di mana para peneliti bekerja sama dengan unit-unit di lingkungan Kemenkeu. Mereka diajak menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih akurat, kredibel, dan memberi dampak nyata bagi banyak orang.
Purbaya memastikan pemerintah akan tersebut bekerja dama dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, dan masyarakat. Hal itu guna APBN dapat membantu merealisasikan Visi Indonesia Emas 2045.
"Melalui forum KSTI ini, pemerintah mengajak perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri untuk memperkuat kolaborasi dalam menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional," ucapnya.
Sembunyikan kutipan teks
Komitmen Pemerintah Jaga APBN Tetap Sehat
Menkeu menyampaikan bahwa pemerintah tengah menjaga APBN agar tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan untuk menjalankan dua fungsi utama. Pertama sebagai instrumen stabilisasi ekonomi sekaligus motor penggerak produktivitas, investasi. Kedua, untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Purbaya menyebut fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga. Terlihat dari pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I tahun 2026 yang mencapai 5,61 persen dengan inflasi sebesar 3,08 persen.
"Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif, sehingga APBN mampu melindungi masyarakat dari berbagai risiko global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," kata Purbaya.
Adapun fokus APBN saat ini antara lain untuk beberapa agenda prioritas pemerintah seperti penguatan ketahanan pangan dan energi, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, pemberdayaan desa, koperasi dan UMKM, penguatan pertahanan negara, serta percepatan investasi dan perdagangan.
(cyu/twu)











































