Perintah menyantunin kaum dhuafa secara tegas diungkap dalam sejumlah ayat Al Quran. Ayat yang dimaksud adalah surat Al Isra ayat 26-27 dan juga surat Al Baqarah ayat 177.
Media Pembelajaran Daring terbitan Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka menjelaskan definisi dari kaum dhuafa itu sendiri. Secara bahasa, dhuafa bermakna lemah.
Sementara menurut istilah, dhuafa dapat disebut sebagai golongan orang yang hidup dalam kemiskinan, kesengsaraan, kelemahan, ketidakberdayaan, penderitaan, dan bentuk ketidakberuntungan lainnya. Dhuafa ini juga dapat dilihat dari kelemahan finansial, fisik, hingga psikis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Definisi dhuafa juga sebetulnya telah disunggung dalam salah satu sabda Rasulullah SAW. Dari Abu Darda, Rasulullah SAW pernah bersabda,
عÙÙÙ Ø£ÙØ¨ÙÙ Ø§ÙØ¯ÙÙØ±ÙØ¯ÙØ§Ø¡Ù ÙÙØ§ÙÙ: ÙÙØ§ÙÙ Ø±ÙØ³ÙÙÙ٠اÙÙÙ٠صÙÙÙÙ٠اÙÙÙ٠عÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙÙÙ Ù: Ø£ÙØ¨ÙغÙÙÙÙÙÙ Ø§ÙØ¶ÙÙØ¹ÙÙÙØ§Ø¡ÙØ ÙÙØ¥ÙÙÙÙÙ ÙØ§ ØªÙØ±ÙزÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØªÙÙÙØµÙرÙÙÙÙÙ Ø¨ÙØ¶ÙعÙÙÙØ§Ø¦ÙÙÙÙ Ù (Ø±ÙØ§Ù Ø£Ø¨Ù Ø¯Ø§ÙØ¯)
Artinya: "Carilah keridhaanku dengan berbuat baik kepada orang-orang lemah, karena kalian diberi rezeki dan ditolong disebabkan orang-orang lemah di antara kalian," (HR Abu Dawud).
Konteks lemah bagi kaum dhuafa ini bukan berarti mereka enggan berusaha atau pun malas. Sebaliknya, lemah ini diakibatkan dari kesulitan yang dihadapinya hingga membuat mereka tidak punya pilihan lain selain bergantung pada bantuan orang lain.
Islam juga mengajarkan umatnya untuk saling membantu sesama muslim. Kita sebaai umat muslim sudah sepatutnya senantiasa bermanfaat untuk orang lain dengan menolong mereka yang membutuhkan. Allah berfirman dalam surat At Taubah ayat 71,
ÙÙØ§ÙÙÙ ÙØ¤ÙÙ ÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ§ÙÙÙ ÙØ¤ÙÙ ÙÙÙØ§ØªÙ Ø¨ÙØ¹ÙضÙÙÙ٠٠أÙÙÙÙÙÙÙØ§Ø¡Ù Ø¨ÙØ¹Ùض٠ÙÙØ£ÙÙ ÙØ±ÙÙÙÙ Ø¨ÙØ§ÙÙÙ ÙØ¹ÙرÙÙÙÙ ÙÙÙÙÙÙÙÙÙÙÙ٠عÙÙ٠اÙÙÙ ÙÙÙÙÙØ±Ù ÙÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙÙÙ Ø§ÙØµÙÙÙÙØ§Ø©Ù ÙÙÙÙØ¤ÙتÙÙÙÙ Ø§ÙØ²ÙÙÙÙØ§Ø©Ù ÙÙÙÙØ·ÙÙØ¹ÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ±ÙسÙÙÙÙÙ٠أÙÙÙÙØ¦ÙÙ٠سÙÙÙØ±ÙØÙÙ ÙÙÙ٠٠اÙÙÙÙÙ٠إÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙÙ Ø¹ÙØ²ÙÙØ²Ù ØÙÙÙÙÙ Ù
Artinya: "Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana,"
Di samping itu, secara khusus perintah menyantuni kaum dhuafa dalam Al Quran dijelaskan dalam kedua surat berikut. Apa saja?
Dalil Menyantuni Kaum Dhuafa dalam Al Quran
1. Surat Al Isra ayat 26-27
(26) ÙÙØ¢ØªÙ Ø°ÙØ§ اÙÙÙÙØ±ÙبÙÙÙ° ØÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ§ÙÙÙ
ÙØ³ÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ§Ø¨ÙÙÙ Ø§ÙØ³ÙÙØ¨ÙÙÙÙ ÙÙÙÙØ§ ØªÙØ¨ÙذÙÙØ±Ù ØªÙØ¨ÙذÙÙØ±Ùا
(27) Ø¥ÙÙÙ٠اÙÙÙ
ÙØ¨ÙذÙÙØ±ÙÙÙÙ ÙÙØ§ÙÙÙØ§ Ø¥ÙØ®ÙÙÙØ§ÙÙ Ø§ÙØ´ÙÙÙÙØ§Ø·ÙÙÙÙ Û ÙÙÙÙØ§ÙÙ Ø§ÙØ´ÙÙÙÙØ·ÙاÙÙ ÙÙØ±ÙبÙÙÙÙ ÙÙÙÙÙØ±Ùا
Bacaan latin: Wa Äti żal-qurbÄ á¸¥aqqahụ wal-miskÄ«na wabnas-sabÄ«li wa lÄ tubażżir tabżīrÄ. Innal-mubażżirÄ«na kÄnÅ« ikhwÄnasy-syayÄá¹Ä«n, wa kÄnasy-syaiá¹Änu lirabbihÄ« kafụrÄ.
Artinya: "Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya."
2. Surat Al Baqarah ayat 177
Û ÙÙÙÙØ³Ù اÙÙØ¨ÙرÙ٠أÙÙ٠تÙÙÙÙÙÙÙØ§ ÙÙØ¬ÙÙÙÙÙÙÙ Ù ÙÙØ¨ÙÙ٠اÙÙÙ ÙØ´ÙرÙÙÙ ÙÙØ§ÙÙÙ ÙØºÙØ±ÙØ¨Ù ÙÙÙÙÙ°ÙÙÙÙ٠اÙÙØ¨ÙرÙÙ Ù ÙÙ٠آ٠ÙÙÙ Ø¨ÙØ§ÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ§ÙÙÙÙÙÙ٠٠اÙÙØ¢Ø®Ùر٠ÙÙØ§ÙÙÙ ÙÙÙØ§Ø¦ÙÙÙØ©Ù ÙÙØ§ÙÙÙÙØªÙاب٠ÙÙØ§ÙÙÙÙØ¨ÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ¢ØªÙ٠اÙÙÙ ÙØ§Ù٠عÙÙÙÙÙ° ØÙبÙÙÙ٠ذÙÙÙ٠اÙÙÙÙØ±ÙبÙÙÙ° ÙÙØ§ÙÙÙÙØªÙا٠ÙÙÙ° ÙÙØ§ÙÙÙ ÙØ³ÙاÙÙÙÙÙ ÙÙØ§Ø¨ÙÙÙ Ø§ÙØ³ÙÙØ¨ÙÙÙÙ ÙÙØ§ÙسÙÙØ§Ø¦ÙÙÙÙÙÙ ÙÙÙÙÙ Ø§ÙØ±ÙÙÙÙØ§Ø¨Ù ÙÙØ£ÙÙÙØ§Ù Ù Ø§ÙØµÙÙÙÙØ§Ø©Ù ÙÙØ¢ØªÙÙ Ø§ÙØ²ÙÙÙÙØ§Ø©Ù ÙÙØ§ÙÙÙ ÙÙÙÙÙÙÙ Ø¨ÙØ¹ÙÙÙØ¯ÙÙÙÙ Ù Ø¥ÙØ°Ùا Ø¹ÙØ§ÙÙØ¯ÙÙØ§ Û ÙÙØ§ÙصÙÙØ§Ø¨ÙرÙÙÙÙ ÙÙ٠اÙÙØ¨ÙØ£ÙØ³Ùاء٠ÙÙØ§ÙضÙÙØ±ÙÙØ§Ø¡Ù ÙÙØÙÙÙ٠اÙÙØ¨ÙØ£ÙØ³Ù Û Ø£ÙÙÙÙٰئÙÙ٠اÙÙÙØ°ÙÙÙÙ ØµÙØ¯ÙÙÙÙØ§ Û ÙÙØ£ÙÙÙÙٰئÙÙÙ ÙÙ٠٠اÙÙÙ ÙØªÙÙÙÙÙÙÙ
Bacaan latin: Laisal-birra an tuwallụ wujụhakum qibalal-masyriqi wal-magribi wa lÄkinnal-birra man Ämana billÄhi wal-yaumil-Äkhiri wal-malÄ`ikati wal-kitÄbi wan-nabiyyÄ«n, wa Ätal-mÄla 'alÄ á¸¥ubbihÄ« żawil-qurbÄ wal-yatÄmÄ wal-masÄkÄ«na wabnas-sabÄ«li was-sÄ`ilÄ«na wa fir-riqÄb, wa aqÄmaá¹£-á¹£alÄta wa Ätaz-zakÄh, wal-mụfụna bi'ahdihim iÅ¼Ä 'Ähadụ, waá¹£-á¹£ÄbirÄ«na fil-ba`sÄ`i waá¸-á¸arrÄ`i wa ḥīnal-ba`s, ulÄ`ikallażīna á¹£adaqụ, wa ulÄ`ika humul-muttaqụn.
Artinya: "Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa."
Mengutip laman Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII), saling tolong menolong antar sesama muslim terutama menyantuni kaum dhuafa memiliki sejumlah manfaat.
Dengan memulai kebaikan, tolong menolong yang kita berikan pada orang lain dapat menularkan kebaikan bagi orang-orang di sekitar kita. Selain itu, dengan menolong sesama muslim juga dapat memperkuat persaudaraan dan menciptakan kerukunan satu sama lainnya.
Untuk orang yang sudah menerapkan perintah menyantuni kaum dhuafa, dimungkinkan dapat menjadi pribadi yang lebih bersyukur atas nikmat yang diberikan kepada Allah SWT sekaligus meningkatkan rasa kepedulian sosial bagi dirinya.
(rah/lus)











































