Surat Ali Imran ayat 102 membawa pesan bagi seluruh umat muslim sebagaimana firman-firman Allah SWT lainnya. Terutama pengingat bagi muslim untuk memegang teguh keimanan hingga akhir hayatnya.
Surat yang berada dalam urutan ke-3 dalam susunan mushaf Al-Qur'an ini tergolong dalam kelompok Madaniyah. Dinamakan Ali Imran karena mengangkat kisah keluarga Ali Imran yang mempunyai anak perempuan bernama Maryam atau ibu dari Nabi Isa AS.
Meski demikian, sebagai salah satu surat terbesar dalam Al-Qur'an, surat Ali Imran juga mengandung pengingat muslim sebagaimana tertuang dalam ayat 102.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat Ali Imran Ayat 102 Beserta Latin dan Artinya
ÙÙØ§ Ø£ÙÙÙÙÙÙØ§ اÙÙÙØ°ÙÙÙ٠آ٠ÙÙÙÙØ§ اتÙÙÙÙÙØ§ اÙÙÙÙÙÙ ØÙÙÙ٠تÙÙÙØ§ØªÙÙÙ ÙÙÙÙØ§ تÙÙ ÙÙØªÙÙÙ٠إÙÙÙÙØ§ ÙÙØ£ÙÙÙØªÙÙ Ù Ù ÙØ³ÙÙÙÙ ÙÙÙÙ
Bacaan latin: YÄ ayyuhallażīna ÄmanuttaqullÄha ḥaqqa tuqÄtihÄ« wa lÄ tamụtunna illÄ wa antum muslimụn
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim,"
Isi Kandungan Ayat Al-Qur'an Surat Ali Imran Ayat 102
Ada dua pesan penting yang dibawa dalam ayat ini. Pertama, perintah untuk bertakwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip pendapat Ibnu Abu Hatim dalam menafsirkan kalimat, "Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya," tersebut. Maksud bertakwa yang sebenarnya di sini adalah sikap yang selalu taat kepada Allah SWT, selalu mengingatNya, selalu bersyukur kepadaNya, tidak ingkar terhadap nikmatNya, dan tidak pula melakukan maksiat.
Di samping itu, sahabat Anas bin Malik juga pernah menyebutkan ciri orang yang benar-benar bertakwa. Orang yang dimaksud adalah mereka yang selalu menjaga lisannya dari perkataan buruk atau kebohongan.
Meski demikian, ketakwaan tiap muslim juga perlu dibarengi dengan kesanggupan masing-masing. Dalam surat At Taghabun ayat 16 Allah SWT berfirman,
ÙÙØ§ØªÙÙÙÙÙØ§ اÙÙÙÙÙÙ Ù ÙØ§ Ø§Ø³ÙØªÙØ·ÙØ¹ÙتÙÙ Ù
Artinya: "Maka bertakwalah kalian kepada Allah menurut kesanggupan kalian,"
Kemudian, pesan kedua yang dikandung surat Ali Imran ayat 102 ini adalah pengingat untuk memegang teguh keimanan dan pedoman Islam bahkan hingga akhir hayat. Sebab, pedoman dan pegangan terakhir di akhir hayat tersebut menjadi penentu saat manusia dibangkitkan dari kubur kelak.
"Barang siapa yang hidup menjalani suatu hal, maka ia pasti mati dalam keadaan berpegang kepada hal itu dan barang siapa yang mati dalam keadaan berpegang kepada suatu hal, maka kelak ia dibangkitkan dalam keadaan tersebut," tulis Ibnu Katsir.
Berpegang teguh pada Islam juga dapat dimaknai dengan berbaik sangka kepada Allah SWT pada hari-hari mendekati ajal. Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda demikian pada saat tiga hari menjelang wafat.
ÙÙØ§Ù٠اÙÙØ¥ÙÙ ÙØ§Ù Ù Ø£ÙØÙÙ ÙØ¯Ù Ø£ÙÙÙØ¶Ùا: ØÙدÙÙØ«ÙÙÙØ§ Ø£ÙØ¨ÙÙ Ù ÙØ¹ÙاÙÙÙÙØ©ÙØ ØÙدÙÙØ«ÙÙÙØ§ اÙÙØ£ÙعÙÙ ÙØ´ÙØ Ø¹ÙÙÙ Ø£ÙØ¨Ù٠سÙÙÙÙÙØ§ÙÙØ عÙÙÙ Ø¬ÙØ§Ø¨Ùر٠ÙÙØ§ÙÙ: سÙÙ ÙØ¹ÙØªÙ Ø±ÙØ³ÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙ٠صÙÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙ٠عÙÙÙÙÙÙÙ ÙØ³ÙÙ ÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ¨ÙÙÙ Ù ÙÙÙØªÙÙÙ Ø¨ÙØ«ÙÙÙØ§Ø«Ù: "ÙÙØ§ ÙÙÙ ÙÙØªÙÙÙ٠أØÙدÙÙÙ٠٠إÙÙÙÙØ§ ÙÙÙÙÙÙ ÙÙØÙØ³ÙÙÙ Ø§ÙØ¸ÙÙÙÙÙ Ø¨ÙØ§ÙÙÙÙ Ø¹ÙØ²ÙÙ ÙÙØ¬ÙÙÙÙ"
Artinya: "Imam Ahmad mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Abu Sufyan, dari Jabir yang menceritakan bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda tiga hari sebelum wafat, yaitu: Jangan sekali-kali seseorang di antara kalian meninggal dunia melainkan ia dalam keadaan berbaik prasangka kepada Allah SWT,"
Semoga dengan memahami isi kandungan surat Ali Imran ayat 102 dapat meningkatkan keimanan dan kesadaran kita untuk lebih meningkatkan amalan-amalan yang mendekatkan diri pada Allah SWT. Sebab, usia atau ajal seseorang tidak ada satu pun yang mengetahuinya, kecuali Allah SWT.
(rah/kri)











































