Doa menyembelih hewan kurban Idul Adha adalah bagian dari kesunnahan sebelum menyembelih. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW pada salah satu keterangan hadits dari Aisyah RA berikut,
عÙÙÙ Ø¹ÙØ§Ø¦ÙØ´ÙØ©Ù Ø£ÙÙÙÙ Ø±ÙØ³ÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙ٠صÙÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙ٠عÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ³ÙÙÙÙ٠٠أÙÙ ÙØ±Ù بÙÙÙØ¨Ùش٠أÙÙÙØ±ÙÙÙ ÙÙØ·ÙØ£Ù ÙÙ٠سÙÙÙØ§Ø¯Ù ÙÙÙÙØ¨ÙرÙÙÙ ÙÙ٠سÙÙÙØ§Ø¯Ù ÙÙÙÙÙÙØ¸Ùر٠ÙÙ٠سÙÙÙØ§Ø¯Ù ÙÙØ£ÙتÙÙ٠بÙÙÙ ÙÙÙÙØ¶ÙØÙÙÙ٠بÙÙÙ ÙÙÙÙØ§ÙÙ ÙÙÙÙØ§ ÙÙØ§ Ø¹ÙØ§Ø¦ÙØ´ÙØ©Ù ÙÙÙÙÙ ÙÙ٠اÙÙÙ ÙØ¯ÙÙÙØ©Ù Ø«ÙÙ ÙÙ ÙÙØ§ÙÙ Ø§Ø´ÙØÙØ°ÙÙÙÙØ§ Ø¨ÙØÙØ¬Ùر٠ÙÙÙÙØ¹ÙÙÙØªÙ Ø«ÙÙ ÙÙ Ø£ÙØ®ÙذÙÙÙØ§ ÙÙØ£ÙØ®ÙØ°Ù اÙÙÙÙØ¨ÙØ´Ù ÙÙØ£ÙØ¶ÙØ¬ÙعÙÙÙ Ø«ÙÙ ÙÙ Ø°ÙØ¨ÙØÙÙÙ Ø«ÙÙ ÙÙ ÙÙØ§ÙÙ Ø¨ÙØ§Ø³Ù٠٠اÙÙÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙÙÙ Ù٠تÙÙÙØ¨ÙÙÙÙ Ù ÙÙÙ Ù ÙØÙÙ ÙÙØ¯Ù ÙÙØ¢ÙÙ Ù ÙØÙÙ ÙÙØ¯Ù ÙÙÙ ÙÙ٠أÙÙ ÙÙØ©Ù Ù ÙØÙÙ ÙÙØ¯Ù Ø«ÙÙ ÙÙ Ø¶ÙØÙÙ٠بÙÙÙ
Artinya: Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk dibawakan dua ekor kambing kibas bertanduk yang kaki, perut, dan sekitar matanya berwarna hitam. Maka dibawakanlah kambing tersebut kepada beliau untuk dijadikan kurban. Beliau lalu berkata kepada Aisyah, "Wahai Aisyah, asahlah pisau,"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nabi Muhammad SAW mengambil pisau tersebut dan kambing tersebut, beliau membaringkannya dan menyembelihnya sambil berkata, "Bismillah (dengan nama Allah). Ya Allah, terimalah (kurban ini) dari Muhammad, keluarganya, dan umatnya," (HR Muslim).
Berdasarkan hadits di atas, Ustaz Abu Abdil Aʼla Hari Ahadi dalam Fikih Kurban menyebut ketentuan sebelum menyembelih hewan kurban. Ketentuan yang dimaksud adalah membaca bismillah, membaca takbir, dan doa agar hewan kurbannya diterima oleh Allah SWT.
Bacaan Doa Menyembelih Hewan Kurban Beserta Basmalah dan Takbir
1. Doa Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha
Ø¨ÙØ³Ù٠٠اÙÙÙÙ٠اÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙ ÙÙØ§ÙÙÙÙÙ٠أÙÙÙØ¨Ùر٠اÙÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙ Ù ÙÙÙÙÙ ÙÙÙÙÙÙØ ÙÙØ°Ùا عÙÙÙÙÙ
Bacaan latin: Bismillaahi wallahu akbar (Allahumma minka wa laka). Allahumma taqobal minnii.
Artinya: "Dengan nama Allah dan Allah Mahabesar. Ya Allah, karunia ini dariMu dan untukMu. Ya Allah terimalah (kurban ini) dariku," (HR Muslim dan al Baihaqi).
2. Bacaan Basmalah
Hukum mengucapkan basmalah sebelum menyembelih hewan kurban adalah wajib. Menurut Ustaz Abu Abdil Aʼla Hari Ahadi, kehalalan daging kurban dipengaruhi oleh bacaan basmalah sebelum daging disembelih sebagaimana disinggung dalam surah Al An'am ayat 121,
ÙÙÙÙØ§ ØªÙØ£ÙÙÙÙÙÙØ§ Ù ÙÙ ÙÙØ§ ÙÙÙ Ù ÙÙØ°ÙÙÙØ±Ù اسÙ٠٠اÙÙÙÙÙ٠عÙÙÙÙÙÙÙ ÙÙØ¥ÙÙÙÙÙÙ ÙÙÙÙØ³ÙÙÙ Û ÙÙØ¥ÙÙÙÙ Ø§ÙØ´ÙÙÙÙØ§Ø·ÙÙÙÙ ÙÙÙÙÙØÙÙÙ٠إÙÙÙÙÙ° Ø£ÙÙÙÙÙÙÙØ§Ø¦ÙÙÙÙ Ù ÙÙÙÙØ¬ÙادÙÙÙÙÙÙÙ Ù Û ÙÙØ¥ÙÙÙ Ø£ÙØ·ÙØ¹ÙØªÙÙ ÙÙÙÙ٠٠إÙÙÙÙÙÙÙ Ù ÙÙÙ ÙØ´ÙرÙÙÙÙÙÙ
Artinya: "Janganlah kamu memakan sesuatu dari (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah. Perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan benar-benar selalu membisiki kawan-kawannya agar mereka membantahmu. Jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu benar-benar musyrik."
Imam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' al Fatawa juga menyebutkan kewajiban membaca basmalah sebelum hewan disembelih. Hal ini pun, menurutnya, telah disetujui oleh mayoritas ulama. Berikut bacaan basmalah yang dimaksud,
Ø¨ÙØ³Ù٠٠اÙÙÙÙ°ÙÙ Ø§ÙØ±ÙÙØÙÙ Ù°ÙÙ Ø§ÙØ±ÙÙØÙÙÙÙ Ù
Arab latin: Bismillahir rahmanir rahim
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,"
Meski demikian, daging yang tidak didahului dengan basmalah karena lupa tetap akan dianggap statusnya sebagai daging hewan kurban yang halal. Hal ini didasarkan dari pendapat mayoritas ulama dalam Fathul Bari.
3. Bacaan Takbir
Sesuai dengan amalan Rasulullah SAW sebelum menyembelih hewan kurban, hukum membaca kalimat takbir adalah sunnah. Imam Ibnu Qudamah dalam Kitab Al Mughni berpendapat, tidak ada masalah bagi daging kurban sekalipun tidak didahului dengan kalimat takbir.
"Kami tidak mengetahui ada silang pendapat akan sahnya mencukupkan dengan bismillah," kata Imam Ibnu Qudamah yang diterjemahkan Ustaz Abu Abdil Aʼla Hari Ahadi.
Berikut bacaan kalimat takbir yang dimaksud,
اÙÙÙ٠أÙÙØ¨ÙرÙ
Bacaan latin: Allaahu akbar
Artinya: "Allah Maha Besar."
Untuk itu, jangan lupa perhatikan bacaan doa menyembelih hewan kurban Idul Adha beserta bacaan basmalah dan takbirnya ya, detikers. Semoga amal ibadah kurban kita diterima oleh Allah SWT, aamiin.
(rah/lus)











































