Nataru Puncak Musim Hujan, Waspada Curah Hujan Bisa Sangat Tinggi di Wilayah Ini!

ADVERTISEMENT

Nataru Puncak Musim Hujan, Waspada Curah Hujan Bisa Sangat Tinggi di Wilayah Ini!

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 10 Des 2025 10:30 WIB
Nataru Puncak Musim Hujan, Waspada Curah Hujan Bisa Sangat Tinggi di Wilayah Ini!
Hujan deras di Surabaya. Foto: Tim detikJatim
Jakarta -

Indonesia mengalami puncak musim hujan pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi.

Plt Sekretaris Utama BMKG, Guswanto juga menyampaikan beberapa fenomena atmosfer diprediksi aktif bersamaan pada periode Nataru seperti Monsun Asia, Madden Julian Oscillation (MJO), La Nina lemah, gelombang atmosfer Kelvin, dan kemunculan bibit siklon tropis 93W dan 91S yang dapat memperkuat intensitas hujan dan angin kencang di berbagai wilayah.

Wilayah berpotensi Curah Hujan Tinggi-Sangat Tinggi

Sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi pada periode puncak musim hujan, Desember 2025-Januari 2026 adalah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Jawa
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Sulawesi Selatan
  • Papua Selatan
  • Sebagian besar Kalimantan.

Informasi ini perlu dicermati lantaran bertepatan juga dengan libur Natal dan tahun baru (Nataru).

ADVERTISEMENT

Cuaca Selama Periode Nataru

Guswanto menyebut BMKG telah memetakan dinamika cuaca dalam tiga periode yaitu:

  • 15-22 Desember 2025: Didominasi hujan lebat
  • 22-29 Desember 2025: Hujan cenderung menurun
  • 29 Desember-10 Januari: Hujan kembali meningkat.

"Yang perlu diwaspadai adalah tingginya intensitas hujan, angin kencang, gelombang tinggi, serta potensi dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas transportasi darat, laut, dan udara selama Nataru," kata Guswanto dalam rapat koordinasi tingkat menteri terkait libur Nataru, dikutip dari BMKG pada Rabu (10/12/2025).

Untuk mitigasi, BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan BUMN akan melakukan operasi modifikasi cuaca di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Jawa Timur. OMC akan fokus mengurangi intensitas hujan di wilayah berisiko tinggi, dengan tetap memperhatikan batasan teknis, khususnya ketika terjadi pengaruh siklon tropis.

Masyarakat Bisa Akses Informasi Cuaca

Masyarakat dapat mengakses kanal-kanal yang disediakan oleh BMKG seperti:

  • InfoBMKG
  • InaWIS (pelayaran)
  • Digital Weather for Traffic BMKG (transportasi darat)
  • Ina-SIAM (penerbangan).

Informasi berbasis satelit dan akan diperbarui setiap 10 menit.

Pada sektor transportasi udara, pertumbuhan awan Cumulonimbus dapat memicu hujan intensif pada periode Nataru ini. Sementara, pada sektor pelayaran, sebagian wilayah perairan diperkirakan mengalami gelombang 2,5-4 meter. Area dekat Natuna bahkan dapat melebihi 6 meter pada Januari.

Juga ada potensi terjadinya rob berdasarkan fase bulan di berbagai pesisir Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku.




(nah/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads