Siklon Tropis Grant Masih Ada, Waspada Angin Kencang-Gelombang Tinggi di Sini!

ADVERTISEMENT

Siklon Tropis Grant Masih Ada, Waspada Angin Kencang-Gelombang Tinggi di Sini!

Devita Savitri - detikEdu
Kamis, 25 Des 2025 13:00 WIB
Siklon Tropis Grant Masih Ada, Waspada Angin Kencang-Gelombang Tinggi di Sini!
Keadaan terbaru Siklon Trois Grant, cek dampaknya. Foto: Instagram/BMKG
Jakarta -

Tropical Cylone Warning Center (TCWC) Jakarta milik Badan Metorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau Siklon Tropis Grant masih ada di sekitar Samudra Hindia sebelah selatan Bengkulu. Kehadirannya masih memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.

Seperti yang diketahui, Siklon Tropis Grant berkembang dari Bibit Siklon 93S yang tumbuh sejak 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB. Bibit siklon itu, awalnya hadir di Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

Setelah lalu-lalang di dekat daratan Pulau Jawa dan memberikan dampak tidak langsung hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan angin kencang, Bibit Siklon Tropis 93S mulai menjauh. Puncaknya terjadi pada 23 Desember 2025 pukul 07.00 WIB ketika intensitas siklon tropis tinggi dan berubah menjadi Siklon Tropis Grant.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan Angin Kecepatan Angin dan Gelombang Tinggi

Wilayah dengan Kecepatan Angin Tertinggi

Dijelaskan BMKG, ada perbedaann pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dan selatan. Angin di wilayah bagian utara umumnya bergerak dari timur laut hingga timur dengan kecepatan berkisar 6-20 knot (11-37 km/jam).

ADVERTISEMENT

Sedangkan angin di wilayah selatan umumnya bergerak dari barat hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 6-30 knot (11-55 km/jam). BMKG juga telah memantau berbagai wilayah dengan kecepatan angin tertinggi, yakni:

  • Samudra Hindia barat Mentawai hingga Lampung
  • Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Laut Jawa Barat
  • Laut Arafuru bagian tengah.

Gelombang Laut Tinggi

Ketika angin berhembus dengan kencang, peningkatan gelombang tinggi sangat mungkin terjadi. Hal ini terjadi di berbagai wilayah, yaitu:

Ketinggian 1,25-2,5 meter (Moderate Sea)

  • Selat Malaka bagian utara
  • Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
  • Samudra Hindia selatan Banten
  • Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
  • Laut Jawa bagian barat
  • Laut Jawa bagian timur
  • Selat Makassar bagian tengah
  • Laut Maluku
  • Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
  • Samudra Paifik utara Papua
  • Laut Arafuru bagian tengah
  • Samudra Hindia barat Aceh
  • Samudra Hindia barat Lampung
  • Samudra Hindia selatan Jawa Barat
  • Selat Karimata bagian uatra
  • Laut Jawa bagian tengah
  • Selat Makassar bagian selatan
  • Laut Flores
  • Samudra Pasifik utara Maluku
  • Samudra Pasifik utara Papua Barat
  • Laut Arafuru bagian barat
  • Laut Arafuru bagian timur

Ketinggian 2,5-4 meter (Rough Sea)

  • Laut Natuna Utara
  • Samudra Hindia barat Bengkulu
  • Samudra Hindia selatan Jawa Timur
  • Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Samudra Hindia barat Kepuluan Mentawai
  • Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
  • Samudra Hindia selatan bali
  • Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT)

Potensi gelombang tinggi tersebut sangat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Oleh karen aitu, BMKG mengimbau agar masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi, seperti:

  • Perahu nelayan: Kecepatan angin lebih dari 15 knot (27 km/jam) dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter
  • Kapal tongkang: Kecepatan angin lebih dari 16 (29 km/jam) knot dan tinggi gelombag di atas 1,5 meter
  • Kapal Ferry: Kecepatan angin lebih dari 21 knot (38 km/jam) dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," tegas BMKG.

Bisa Meningkat ke Kategori 2

BMKG memprediksikan kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Grant akan meningkat perlahan dalam 24 jam hingga 25 Desember 2025 pukul 19.00 WIB menjadi kategori dua, apa artinya?

Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat (NOOA) mengklasifikasikan siklon tropis dalam lima kategori. Klasifikasi ini disebut dengan Skala Angin Badai Saffir-Simpons yang diukur berdasarkan kekuatan anginnya.

Kategori 2 berarti kecepatan angin Siklon Tropis Grant mencapai 154-177 km/jam. Lantaran berada di lautan, dampak tidak langsung yang ditimbulkan adalah gelombang laut tinggi.

Namun, jika di daratan dampak bisa membahayakan. Siklon tropis kategori 2 disebut sebagai angin yang berbahaya dan menyebabkan kerusakan yang luas.

Terdapat risiko cedera atau kematian bagi manusia, ternak, dan hewan peliharaan akibat puing-puing yang berterbangan dan berjatuhan. Rumah yang dibangun dengan buruk berpeluang tinggi mengalami kerusakan atap.

Sedangkan rumah yang dibangun dengan baik dapat mengalami kerusakan besar pada atap dan dinding luarnya. Banyak pohon yang punya akar dangkal akan patah atau tercabut dan tumbang menghalangi banyak jalan.

Pada sisi listrik dan air, pemadaman mungkin terjadi. Pemadaman listrik bisa terjadi beberapa hari hingga minggu, sedangkan air minum bisa menjadi langka karena sistem penyaringan yang rusak.

Keadaan siklon tropis kategori 2 di daratan pernah terjadi di Badai Bonnie pada 1998 di pantai Carolina Utara dan Badai Gorges yang juga terjadi di 1998 di Florida Keys dan Pantai teluk Mississippi.

Kategori Siklon Tropis Berdasarkan Kekuatan Anginnya

  • Kategori 1: 119-153 km/jam disebut sebagai angin yang akan menyebabkan beberapa kerusakan.
  • Kategori 2: 154-177 km/jam atau angin yang akan menyebabkan kerusakan yang luas.
  • Kategori 3: 178-208 km/jam, kerusakan dahsyat akan terjadi.
  • Kategori 4: 209-251 km/jam, kemungkinan kerusakan dahsyat semakin besar.
  • Kategori 5: lebih dari atau sama dengan 252 km/jam di mana kerusakan yang menyeramkan terjadi.




(det/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads