Literasi keuangan kerap dianggap sebagai perjalanan dan pembelajaran seumur hidup. Namun, pada usia muda, ada beberapa pembelajaran keuangan yang penting untuk diperhatikan. Apa saja?
Secara umum, melek finansial semakin menjadi tren umum secara global. Di Indonesia, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat literasi keuangan nasional meningkat dari 65,43 persen pada 2024 menjadi 66,5 persen pada 2025.
Sementara di negara maju seperti Amerika Serikat sekalipun, melek finansial menjadi perhatian dari jenjang sekolah. Mengingat pada survei 2022, ditemukan bahwa 1 dari 3 orang dewasa di AS tidak masuk dalam kategori melek finansial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaca pada kondisi ini, jurnalis ekonomi senior di AS, Steve Liesman dan pakar keuangan pribadi, Kelli Grant, membagikan beberapa pembelajaran penting tentang keuangan untuk anak-anak muda. Pembelajaran ini cocok untuk remaja yang kini didominasi Gen Z dan dewasa awal yang didominasi milenial.
Berikut ulasannya, seperti dikutip dari CNBC.
6 Pelajaran Penting Tentang Keuangan untuk Gen Z dan Milenial
1. Identifikasi Tujuan
Hal pertama yang harus diketahui yaitu keuangan bersifat personal. Artinya, pengelolaan keuangan satu orang bisa berbeda dengan yang lain sesuai kebutuhan dan tujuan masing-masing.
Misal, jika ingin menikmati uang dari hasil pekerjaan pada awal karier, maka lakukanlah. Jangan tertekan jika orang lain sudah menabung banyak uang dan bisa membeli rumah.
Perlu diingat bahwa tujuan setiap orang berbeda-beda, jadi pengelolaannya juga berbeda.
2. Mulai Berinvestasi
Investasi berarti memandang keuangan dalam jangka panjang. Namun, perlu dipelajari lagi tentang jumlah uang dan aset yang dimiliki.
Setelah itu, baru tentukan akan investasi dalam bentuk apa. Bisa emas, rumah, tanah, atau yang lain agar nilai harta bisa maksimal pada masa mendatang.
3. Jangan Impulsif
Sering kali, saat belum memiliki cukup tabungan, individu justru terjebak perilaku konsumtif, bahkan impulsif. Ketika baru saja mendapat uang, godaan membeli sesuatu akan selalu ada.
Maka itu, luangkan waktu sebelum membayar belanjaan, agar kita bisa mempertimbangkan kembali apakah barang tersebut butuh untuk dibeli atau hanya keinginan belaka. Bisa mengidentifikasi mana keinginan dan kebutuhan merupakan langkah bijak dalam pengelolaan keuangan.
Coba untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin agar kita bisa memahami sebanyak apa kebutuhan yang kita perlukan.
4. Belajar Bernegosiasi
Hal yang tak kalah penting, ketika mulai bekerja atau mendapat gaji, sebelum itu bisa belajar bernegosiasi. Ini penting agar kesepakatan bisa menguntungkan keuangan kita.
Dalam hal sewa tempat tinggal misalnya, negosiasi dengan harga yang turun bisa meluangkan sedikit uang tambahan.
5. Belajar dari Kesalahan
Setiap kita belajar atau melakukan sesuatu, sangat lumrah jika ada kesalahan. Dalam belajar mengelola keuangan, kesalahan perlu dicatat dan ingat agar tidak terulang.
Cari tahu kenapa kesalahan itu bisa terjadi dan bagaimana cara mencegahnya ke depan.
6. Temukan Hobi yang Tidak Terlalu Mahal
Hobi merupakan hal penting untuk kesejahteraan mental kita. Namun, perlu dipertimbangkan lagi jika ingin mengelola uang lebih baik, kesenangan dari hobi haruslah tidak terlalu mahal.
Misalnya, alih-alih menyewa villa mahal untuk berlibur di alam, kita bisa memilih camping dengan penyewaan yang lebih murah dengan tetap melihat pemandangan alam. Pertimbangan ini penting jika kita tengah menabung untuk masa depan.
(faz/nwk)











































