KBBI Punya 3.259 Entri Baru Per Oktober 2025, Termasuk Kapitil dan Galgah

ADVERTISEMENT

KBBI Punya 3.259 Entri Baru Per Oktober 2025, Termasuk Kapitil dan Galgah

Devita Savitri - detikEdu
Kamis, 08 Jan 2026 18:30 WIB
KBBI Punya 3.259 Entri Baru Per Oktober 2025, Termasuk Kapitil dan Galgah
Daftar kata yang baru masuk KBBI, termasuk galgah dan kapitil. Foto: Tangkapan Layar KBBI VI Daring
Jakarta -

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kini memiliki 3.259 entri/kata baru per Oktober 2025. Dua diantaranya sempat ramai diperbincangkan yakni 'galgah' dan 'kapitil'.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Badan Bahasa Kemendikdasmen) Hafidz Muksin menjelaskan, tidak semua entri baru dalam KBBI adalah kata baku. Kata tidak baku ini dapat masuk ke dalam kamus besar karena KBBI mencatat semua kata yang digunakan dalam masyarakat.

Kata-kata yang dimaksud, seperti kata baku, kata tidak baku, istilah bidang ilmu, hingga singkatan. Bentuk kata itu dituangkan menjadi kata dasar, kata turunan, gabungan kata, idiom, peribahasa, dan ungkapan asing atau daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KBBI merupakan rekaman penggunaan bahasa yang ada dalam masyarakat," tuturnya dikutip dari laman resmi Badan Bahasa, Kamis (8/1/2026).

ADVERTISEMENT

KBBI Kamus Historis dan 'Besar'

KBBI memiliki dua sifat, yakni sebagai kamus preskriptif dan deskriptif. Sifat preskriptif dijelaskan sebagai kamus yang memuat kata-kata baku atau standar dan sebagai aturan yang menetapkan tentang bagaimana bahasa seharusnya digunakan.

Sedangkan sifat deskriptif berarti kamus mencatat kosakata yang digunakan masyarakat, baik bahasa formal maupun informal. Untuk melengkapi informasi tersebut, setiap kata di KBBI memiliki lebel singakatan yang menjelaskan ragam dan jenis kata tersebut.

Misalnya, ragam 'cak' yang berarti 'percakapan'. Label ini menjelaskan bahwa kata tersebut hanya digunakan dalam percakapan informal dan tidak digunakan sebagai kata baku.

Selanjutnya adalah label 'kas' atau kata 'kasar' yang hanya digunakan dalam upatan atau makian. Selain itu, setiap kata di KBBI juga ada rujuk silang yang digunakan untuk merujuk pada bentuk kata yang baku.

Namun, tidak hanya bersifat sebagai kamus preskriptif dan deskriptif, KBBI dijelaskan Hafidz adalah kamus historis. Kamus historis berarti kamus tersebut mencatat bagaimana bahasa itu pernah digunakan oleh masyarakat.

Kata-kata usang akan dibeli label 'ark' atau 'arkais' dan tetap tercatat di KBBI meski tidak digunakan lagi. Lebih lanjut, Hafidz menyebut KBBI bukan kamus kontemporer yang hanya merekam kata-kata mutakhir dan sebuah kamus besar yang kebesarannya mencakup banyak faktor.

"Kamus besar yang 'kebesarannya' tersebut ditunjukkan oleh keluasan cakupan yang terhimpun dari aspek rentang waktu, bidang, dan ragam penggunaan," bebernya.

Makna Huruf, Fon, karakter, dan Tanda Baca di KBBI

Layaknya karya rujukan, KBBI juga memiliki beberapa konvensi penggunaan huruf, fon, karakter, dan tanda baca. Hal ini digunakan untuk mempermudah pengguna memahami penjelasan dalam bentuk yang singkat.

Contoh penggunaan tersebut yakni:

  • Tanda panah ke arah kanan (>): Dipakai pada entri bentuk kata tidak baku untuk merujuk kata baku.
  • Tanda titik (.): Digunakan untuk pemenggalan kata
  • Huruf bercetak tebal: Menunjukkan lema atau kata yang didefinisikan
  • Huruf bercetak miring: Menandakan ragam, kelas kata, asal bahasa, dan bidang dari kata tersebut
  • Label cak: Artinya kata tersebut adalah ragam percakapan
  • Label n: Kata dijelaskan berkelas kata nomina
  • Label Bio: Menandakan kata tersebut adalah istilah dari cabang ilmu biologis

Pengenalan tentang cara memahami tanda yang dipakai dalam kampus diharapkan bisa meningkatkan keterampilan merujuk para pengguna. Dengan memahami tanda-tanda ini, pengguna bisa memperoleh informasi yang cukup jelas.

50 Kata Baru dalam KBBI

Dari lebih dari 3.000 entri kata baru, berikut 50 di antaranya:

1. Abalu

2. Adik-adikan

3. Akuik

4. Anakiling

5. Badit

6. Busla

7. Ceuruemen

8. Coki

9. Dasim

10. Diklinal

11. Encod

12. Engilu

13. FYI

14. Galgah

15. Gameh-gameh

16. Genggiring

17. Gumus

18. Hadeh

19. Hiks

20. Huda-huda

21. Itik-itikan

22. Izhar

23. Jayasura

24. Jembul tulakan

25. Jerobos

26. Jid

27. Jidah

28. Kadakada

29. Kapitil

30 Kariul

31. Kecepuri

32. Kegeeran

33. Kembon

34. Kencot

35. Lelong

36. Lungo

37. Majhul

38. Mamam

39. Nyinyiran

40. Oktupel

41. Pelor

42. Qat

43. Rokan

44. Sebor

46. Tokecang

47. Udahan

48. Vertisol

49. Widih

50. Zumkalazum

Bila ingin melihat arti kata dan entri lainnya, detikers bisa mengunjungi laman https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/Beranda/Pemutakhiran. Semoga bermanfaat.




(det/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads