Matematika dan Sejarah Jadi Pelajaran Favorit Orang Indonesia Versi Ipsos 2025

ADVERTISEMENT

Matematika dan Sejarah Jadi Pelajaran Favorit Orang Indonesia Versi Ipsos 2025

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 14 Jan 2026 11:30 WIB
Matematika dan Sejarah Jadi Pelajaran Favorit Orang Indonesia Versi Ipsos 2025
Ilustrasi matematika. Foto: Pixabay/an_photos
Jakarta -

Matematika dan sejarah adalah mata pelajaran (mapel) favorit orang Indonesia. Hal ini diungkap melalui survei Ipsos, perusahaan riset pasar yang berkantor pusat di Prancis.

Survei tersebut diterbitkan Agustus 2025 dengan tajuk "Ipsos Education Monitor 2025". Terdapat responden dari 30 negara termasuk Indonesia yang terlibat dalam survei.

Sejarah dan matematika kemudian diikuti oleh bahasa asing, sebagai mapel favorit di Indonesia. Sebaliknya, mapel apa yang paling tidak disukai orang Indonesia?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mata Pelajaran Favorit Orang Indonesia

Berikut ini urutan mapel favorit hingga yang paling kurang disukai oleh orang Indonesia:

ADVERTISEMENT
  1. Sejarah: 32%
  2. Matematika: 32%
  3. Bahasa asing: 30%
  4. Sains: 28%
  5. Ilmu komputer: 28%
  6. Olahraga: 27%
  7. Kesenian: 23%
  8. Agama: 23%
  9. Bahasa tertentu: 17%
  10. Geografi: 12%
  11. Sastra tertentu: 9%.

Termasuk Indonesia, responden untuk mapel favorit terdiri dari 23.700 orang dewasa pengguna internet di bawah usia 75 tahun dari 30 negara. Wawancara dilakukan pada 20 Juni hingga 4 Juli 2025.

Metodologi Survei

Pada survei secara keseluruhan, Ipsos mewawancarai 23.700 orang dewasa berusia 18 tahun ke atas di India serta 18-74 tahun di Kanada, Republik Irlandia, Israel, Malaysia, Afrika Selatan, Turki, dan Amerika Serikat. Kemudian Ipsos juga mewawancarai orang dewasa berusia 20-74 tahun di Thailand, 21-74 tahun di Indonesia dan Singapura, serta orang berusia16-74 tahun di negara-negara lain.

Responden terdiri dari sekitar 2.000 orang dari Jepang serta 1.000 orang masing-masing dari Australia, Belgia, Brasil, Kanada, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Italia, Meksiko, Spanyol, dan AS. Kemudian, ada 500 individu masing-masing dari Argentina, Chili, Kolombia, Hongaria, Indonesia, Irlandia, Malaysia, Belanda, Peru, Polandia, Rumania, Singapura, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swedia, Thailand, dan Turki.

Selain itu terdapat sampel dari India yang terdiri dari sekitar 2.200 individu. Sekitar 1.800 orang diwawancarai secara tatap muka dan 400 diwawancarai secara daring.




(nah/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads