Berapa Suhu Terdingin yang Bisa Ditahan oleh Tubuh Manusia?

ADVERTISEMENT

Berapa Suhu Terdingin yang Bisa Ditahan oleh Tubuh Manusia?

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Rabu, 14 Jan 2026 20:30 WIB
Berapa Suhu Terdingin yang Bisa Ditahan oleh Tubuh Manusia?
Foto: REUTERS/Antonio Bronic/Suhu dingin di Zagreb, Kroasia, 6 Januari 2026
Jakarta -

Suhu tubuh manusia yang stabil biasanya sekitar 37°C. Jika naik sampai 40°C, tubuh akan merasakan demam atau panas. Namun bagaimana dengan penurunan suhu yang bisa ditahan manusia?

Dalam cuaca dingin atau panas, manusia bergantung pada suhu tubuh yang berusaha stabil sedemikian rupa. Jika kedinginan, maka aliran darah akan berkurang sehingga kita menggigil untuk menghasilkan panas.

Namun jika pada situasi seperti hipotermia, prosedur medis harus dilakukan. Biasanya, hipotermia ringan dimulai ketika suhu tubuh manusia berada pada 32-35°C.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Respons tubuh mungkin akan merasa lapar, mual, hingga lemas. Ketika suhu tubuh di bawah 32°C, maka memasuki hipotermia sedang dan tubuh akan terasa lesu dan detak jantung melambat.

Sementara hipotermia berat, terjadi ketika suhu tubuh menurun sampai di bawah 28°C. Ketika ini terjadi, tekanan darah dan jantung menurun drastis.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, sejarah mencatat ada kisah perempuan yang pernah selamat dari suhu tubuh yang sangat rendah, bahkan di bawah 15°C.

Manusia yang Selamat dari Suhu Tubuh Terendah

Pada 1999, ahli radiologi Anna Bågenholm mengalami peristiwa luar biasa setelah dirinya selamat dari penurunan suhu tubuh yang drastis. Ia berhasil pulih setelah tubuhnya sempat mencapai suhu dalam 13°C.

Ini berawal dari Bågenholm yang melakukan perjalanan ski, tiba-tiba terjatuh melalui es dan tercebur ke air yang sangat dingin. la terperangkap di bawah permukaan hampir satu setengah jam, tak bergerak dan hampir kehilangan nyawa.

Dengan segera ia diselamatkan meski sempat dinyatakan meninggal secara klinis. Usai dilakukan intubasi dan pertolongan pertama, tubuhnya dihubungkan ke mesin jantung-paru agar suhu dalamnya menghangat.

Selama satu bulan, Bågenholm terpaksa harus menggunakan ventilator. Ia mengalami masa kritis karena darahnya berhenti membeku, sarafnya rusak, dan organ dalamnya mengalami gangguan fungsi.

Ajaibnya, lima bulan kemudian, ia selamat dan bisa kembali bekerja. Ia bahkan tidak takut untuk mendaki gunung lagi.

Sementara pada 2014, hal ajaib juga terjadi pada balita di Polandia bernama Adam. Ia keluar dari sebuah ruangan saat cuaca berada pada suhu -7°C dan ditemukan beberapa jam kemudian tubuhnya kaku.

Suhu tubuhnya turun hingga 11,7°C, tapi tim medis berhasil menyambungkannya ke alat bantu napas dan dua bulan kemudian ia pulih sepenuhnya.

Para peneliti menilai, apa yang terjadi pada Adam dan Bågenholm dipengaruhi oleh beberapa faktor. Terutama faktor kebutuhan oksigen dan otak yang masih 'selamat'.

Sejauh ini, dalam kasus medis yang tercatat, suhu terendah yang pernah tercatat pada manusia yang didinginkan oleh hipotermia buatan dan selamat dengan fungsi otak yang utuh adalah 4°C. Ini terjadi pada kasus tahun 1961.

Menurut para dokter modern, kasus suhu rendah 1961 tidak bisa terlampaui dan merekomendasikan untuk tidak menghabiskan musim dingin di luar ruangan. Sebab, ada banyak orang telah meninggal setelah mengalami kondisi seperti Bågenholm dan Adam.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di BeritaKlik.




(faz/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads