Kata Dosen Hubungan Internasional, Indonesia Bisa Terseret Demo Iran

ADVERTISEMENT

Kata Dosen Hubungan Internasional, Indonesia Bisa Terseret Demo Iran

Nikita Rosa - detikEdu
Jumat, 16 Jan 2026 16:00 WIB
Kata Dosen Hubungan Internasional, Indonesia Bisa Terseret Demo Iran
Demonstrasi di Iran. (Foto: via REUTERS/Stringer)
Jakarta -

Guncangan ekonomi memicu aksi demonstrasi di berbagai wilayah di Iran. Aksi ini menarik perhatian global, termasuk para pakar Hubungan Internasional.

Dilansir dari The Guardian, para demonstran menuntut pergantian pemerintahan dan pemulihan kondisi ekonomi secepatnya. Mengikuti gejolak ini, nilai tukar mata uang Iran bahkan telah terjun bebas hingga bernilai nol euro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dosen Hubungan Internasional President University, Teuku Rezasyah, mengingatkan adanya risiko dampak demo Iran terhadap Indonesia. Meski Indonesia merupakan negara Nonblok, masih ada risiko terseret dalam ketegangan geopolitik energi. Hal itu akan berdampak terhadap ketahanan ekonomi nasional.

"Sebagai negara Nonblok dan anggota G20, walaupun Indonesia tidak bersekutu dengan kelompok militer di dunia dan menempatkan dirinya sebagai tidak berpihak, namun tetap rentan terhadap konsekuensi ekonomi global, termasuk di sektor energi," ujarnya dalam detikNews, dikutip Kamis (15/1/2026).

ADVERTISEMENT

Ketegangan geopolitik global rentan memperlemah ketahanan energi Indonesia. Menurut Ryan, hal itu langsungmemengaruhi biaya impor minyak dan elpiji Indonesia.

"Walaupun Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang besar dan kekayaan mineral penting (seperti nikel, bauksit, dan tembaga), namun untuk mencapai level teknologi energi bersih, Indonesia sangat membutuhkan investasi besar dari Amerika Serikat dan Uni Eropa, sehingga Indonesia rentan terhadap tekanan sistem perdagangan global," jelasnya.

Sejak 28 Desember 2025, para demonstran Iran telah menuntut pergantian pemerintahan dan pemulihan kondisi ekonomi secepatnya. Unjuk rasa tersebut diinisiasi oleh para pedagang dan pelaku usaha, untuk mengkritik lemahnya perekonomian Iran karena inflasi dan nilai tukar rial Iran yang kian terpuruk.

Penyusutan mata uang Iran sangat drastis. Nilai tukar rial Iran terhadap mata uang asing seperti rupee dan dolar AS saat ini berada di level terendah.

Nilai rial bahkan bernilai nol euro. Artinya, saat ini Iran tidak bisa bertransaksi dengan negara-negara Uni Eropa.

Jumlah korban tewas dari kerusuhan ini telah mencapai 2.571 orang, menurut kantor berita Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di AS per Kamis (15/1). Lebih dari 18.100 orang telah ditangkap.

Para menteri luar negeri dari kelompok G7 mengatakan mereka akan memberlakukan langkah-langkah pembatasan tambahan terhadap Iran atas penanganan gelombang protes yang terjadi.




(nir/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads