Seekor paus putih atau paus albino tertangkap kamera berenang di lepas pantai Crescent Head, New South Wales, Australia. Penampakan ini membuat para ilmuwan turun tangan untuk cari penyebabnya lantaran dinilai tidak biasa.
Ilmuwan paus dari Macquarie University Australia, Vanessa Pirotta mengatakan kemungkinan spesies tersebut adalah paus bungkuk. Menurutnya, melihat paus bungkuk di lepas pantai pada musim panas adalah hal yang langka, apalagi jenis albino.
"Jika ini adalah paus bungkuk, maka bukan hanya jarang melihat paus putih, tetapi juga jarang melihat paus bungkuk sejauh ini di perairan Australia bagian utara pada waktu ini, di tahun ini," tuturnya dikutip dari ABC News.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paus Putih Bertubuh Kurus
Pirotta menjabarkan, sebagian besar paus bungkuk saat ini sedang mencari makan di Samudra Selatan dekat Antartika. Setelah selesai, rombongan paus akan bermigrasi ke bumi bagian utara.
Para ahli sedang berupaya mengidentifikasi paus putih tersebut. Kemungkinan, paus itu adalah seekor paus muda yang sempat terlihat di perairan Australia tiga bulan lalu, yang diberi nama Siale.
Jika paus itu benar-benar Siale, ini bisa jadi tanda bila hewan tersebut tengah sakit. Perkiraan ini muncul dari kondisi tubuhnya yang tampak kurus mengkhawatirkan pada bukti yang beredar.
Hanya ada dua paus bungkuk terkonfirmasi albino yang terlihat di lepas pantai Australia. Keduanya adalah Migaloo yang terakhir terlihat di dekat Selandia Baru dan Siale yang terpantau di dekat Australia pada November lalu.
Jika paus putih terbaru yang terlihat adalah Siale, Pirotta menduga bila hewan itu mungkin tinggal di perairan Australia selama musim panas.
Sumber Informasi Pola Migrasi Paus
Sampai saat ini, Pirotta belum mengetahui secara jelas bagaimana kondisi albinisme paus tersebut. Kendati demikian, kehadirannya sangat memberikan manfaat untuk mengetahui pola migrasi paus.
"Dari sudut pandang ilmiah, ini sangat menarik karena memberikan informasi langsung tentang pergerakan paus. Paus putih lebih mudah terlihat," ucapnya.
Di sisi lain, kondisi tubuh yang putih membuat paus albino berisiko mudah dikenali oleh predator. Selain itu, mereka rentan terhadap sengatan matahari, bahkan bisa terbakar sinar matahari.
Pengamat Paus Diminta Melapor Setiap Ada Penampakan
Pirotta mendesak siapa pun yang melihat paus tersebut untuk melaporkan penampakan mereka kepada dinas setempat, organisasi penyelamatan maritim ORRCA, atau Pusat Penelitian Paus Putih.
"Mungkin tidak ada yang bisa kita lakukan untuk membantu, tetapi semakin banyak informasi yang kita miliki, semakin banyak tindakan potensial yang dapat kita ambil," ujarnya.
Leigh Mansfield dari Coffs Coast Wildlife Sanctuary juga meminta hal yang sama. Ia meminta para pengamat yang tengah mencari paus tersebut untuk membagikan foto dan video mereka dengan organisasi pelestarian satwa liar.
"Kita bisa mengidentifikasi sirip ekor, karena sirip itu seperti sidik jari pada paus," ucapnya.
"(Kami ingin mempelajari) ke mana mereka pergi, seberapa cepat perjalanannya, sehingga ketika pihak berwenang tiba di lokasi, kami dapat memiliki informasi tersebut," tegas Manfield.
(det/twu)











































