Temuan Fosil Dinosaurus Bertumpuk, Kok Bisa Tumpang Tindih?

ADVERTISEMENT

Temuan Fosil Dinosaurus Bertumpuk, Kok Bisa Tumpang Tindih?

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Jumat, 23 Jan 2026 08:00 WIB
Temuan Fosil Dinosaurus Bertumpuk, Kok Bisa Tumpang Tindih?
Penemuan ratusan tulang dinosaurus yang tersusun hampir saling bertumpukan. Foto: Gábor Botfalvai dkk/PLOS One
Jakarta -

Penemuan besar datang dari tim ilmuwan yang tengah meneliti salah satu kawasan paling kaya fosil di Eropa. Di sebuah situs baru, para peneliti menemukan ratusan tulang dinosaurus yang tersusun hampir saling bertumpukan, seperti hasil dari bencana alam prasejarah yang memerangkapnya jutaan tahun lalu.

Melansir Phys.org, penelitian yang dipimpin oleh Eötvös Loránd University menemukan area seluas kurang dari lima meter persegi di Cekungan Hateg menyimpan lebih dari 800 fosil vertebrata. Hal ini menjadikannya salah satu lokasi paling padat temuan tulang dinosaurus di dunia.

Tak hanya itu, tim juga mengidentifikasi kerangka titanosaurus, yaitu dinosaurus berleher panjang raksasa yang untuk pertama kalinya ditemukan dalam kondisi hampir utuh di kawasan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah Awal Penemuan

Penemuan menakjubkan ini berawal pada tahun 2019, saat tim Valiora Dinosaur Research Group memulai survei awal di area penelitian.

"Kami hampir langsung menemukan situs K2, dan seketika menyadari kami melihat sesuatu yang luar biasa. Tulang-tulang besar berwarna hitam pekat berkilau di lapisan tanah liat abu-abu," ujar Gábor Botfalvai, asisten profesor di Departemen Paleontologi Eötvös Loránd University dan pemimpin riset tersebut.

ADVERTISEMENT

Selama lima tahun penelitian, tim gabungan dari Hungaria dan Rumania mengumpulkan ribuan sisa hewan purba, dari mulai amfibi, kura-kura, hingga dinosaurus.

Dinosaurus Tertimbun Banjir Purba

Berdasarkan analisis geologi, sekitar 72 juta tahun lalu, wilayah itu mengalami banjir besar yang menyeret sisa-sisa hewan dari dataran tinggi ke dalam sebuah danau dangkal.

"Studi detail menunjukkan bahwa lokasi tersebut dulunya merupakan danau kecil yang sesekali dipenuhi banjir bandang, membawa bangkai hewan yang kemudian tertimbun di tepi delta, menciptakan konsentrasi tulang yang luar biasa tinggi," jelas Soma Budai dari University of Pavia, salah satu penulis studi.

Hasil penelitian mengungkap dua kelompok utama dinosaurus herbivora di situs ini, yaitu spesies kecil keluarga Rhabdodontidae dan titanosaurus berleher panjang.

Temuan kerangka titanosaurus yang masih terhubung sebagian menjadi yang pertama ditemukan dalam kondisi hampir lengkap di kawasan Eropa Timur.

Fosil Tertua Ungkap Bagaimana Dinosaurus Eropa Berevolusi Sebelum Punah

Menurut Zoltán Csiki-Sava, profesor di University of Bucharest dan salah satu pemimpin tim penelitian, situs ini juga memiliki nilai ilmiah lain.

"Selain kepadatan fosil yang luar biasa, lokasi ini adalah akumulasi vertebrata tertua yang pernah ditemukan di kawasan tersebut. Temuan ini memungkinkan kami menelusuri awal mula evolusi fauna dinosaurus di wilayah ini," ujarnya.

Penemuan ini membantu ilmuwan memahami bagaimana ekosistem dinosaurus Eropa terbentuk dan berevolusi menjelang akhir Zaman Kapur, ketika dinosaurus mulai punah.

Studi ini didukung oleh lembaga riset di Hungaria dan Rumania, serta menandai salah satu temuan paleontologi paling penting di Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

Hasil studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal PLOS One dengan judul "Paleontological and paleoecological significance of the oldest highly productive Upper Cretaceous (lowermost Maastrichtian) bonebed of Haţeg Basin (western Romania; Densuş-Ciula Formation)", 10 November 2025.




(nah/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads