Ilmuwan berhasil menemukan dua virus baru yang sebelumnya tidak diketahui pada paus pilot sirip pendek dan paus pembunuh di perairan Karibia. Penemuan ini mengungkap dunia virus di bawah laut aspek baru dalam biologi laut.
Dilansir Science Daily, riset ini juga membuka pintu baru untuk memahami hubungan antara virus dan kesehatan paus serta orca, predator puncak rantai makanan laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua Virus Baru di Mamalia Laut dan Implikasinya
Penelitian internasional ini menunjukkan, paus pilot sirip pendek (Globicephala macrorhynchus) dan paus pembunuh (Orcinus orca) membawa dua jenis virus baru yang belum pernah terdeteksi sebelumnya. Kedua virus itu dinamai shofin circovirus dan orcin circovirus.
Virus tersebut ditemukan melalui teknik sequencing genetik canggih yang memungkinkan peneliti menguraikan genom lengkap virus dari sampel jaringan paus yang sudah mati.
Berdasarkan hasil studi, kedua virus ini berbeda secara genetik dari virus circovirus kelompok paus, lumba-lumba, dan pesut (cetacean) lainnya yang pernah diketahui. Peneliti memperkirakan, virus-virus baru ini mungkin telah berevolusi dari circovirus yang menginfeksi nenek moyang awal orca dan paus pilot modern.
Saat ini, peneliti belum tahu dampak virus ini bagi kesehatan paus pilot dan orca. Kendati demikian, temuan ini menunjukkan hubungan evolusi antara kelompok hewan dan virus yang menginfeksi mereka, serta memperkaya pengetahuan tentang keanekaragaman biologis di laut dalam.
Tantangan Baru dalam Studi Biologi Laut dan Virologi
Penemuan ini menunjukkan, ada dunia virus tersembunyi yang belum terungkap di ekosistem laut. Para ilmuwan menilai, penyebaran dan potensi efek virus ini pada paus dan orca perlu diteliti lebih lanjut.
Selain itu, keunikan virus-virus ini juga memunculkan pertanyaan, bagaimana virus berevolusi di inangnya, serta bagaimana pula dampaknya terhadap kesehatan mamalia luat besar pada jangka panjang.
Penelitian ini juga mencerminkan pentingnya penggunaan teknologi genetik modern dalam menemukan mikroorganisme tersembunyi.
Hasil studi dalam tulisan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Virology dengan judul "Novel circoviruses identified in short-finned pilot whale and orca from the North Atlantic Ocean", 5 December 2025.
(rhr/twu)











































