Ilmuwan yang tergabung dalam Bulletin of the Atomic Scientists mengumumkan jam kiamat (doomsday clock) bergerak maju dari 89 detik ke 85 detik ke tengah malam. Hal ini menunjukkan waktu menuju akhir dunia menurut doomsday clock semakin dekat.
Para Ilmuwan menyerukan penghentian berbagai konflik yang menyebabkan jam kiamat semakin maju. Namun, apa sebenarnya jam kiamat?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari laman resminya, Bulletin of the Atomic Scientists lahir dua tahun setelah pengembangan senjata atom pertama. Organisasi yang terdiri atas ilmuwan ini menggunakan citra kiamat (tengah malam) dan idiom ledakan nuklir (hitung mundur menuju nol) untuk menyampaikan ancaman terhadap umat manusia dan planet Bumi.
Jam Kiamat diatur setiap tahun oleh Bulletin of the Atomic Scientists dengan 'Dewan Sponsor'nya, yang mencakup delapan peraih Nobel. Jam tersebut telah menjadi indikator yang diakui secara universal tentang kerentanan dunia terhadap bencana global yang disebabkan oleh teknologi buatan manusia.
Rentetan Kejadian Penyebab Jam Kiamat Maju 4 Detik
1. Perang Antarnegara
Sepanjang 2025, terdapat tiga konflik regional yang melibatkan kekuatan nuklir. Perang Rusia-Ukraina menampilkan taktik militer baru dan berpotensi menggunakan senjata nuklir.
Kemudian ada konflik antara India dan Pakistan yang meletus pada bulan Mei, menyebabkan serangan drone dan rudal lintas batas di tengah permainan adu kekuatan nuklir. Pada bulan Juni, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran yang diduga mendukung ambisi senjata nuklir negara tersebut.
2. Perubahan Iklim
Tingkat karbon dioksida atmosfer, gas rumah kaca yang paling bertanggung jawab atas perubahan iklim akibat aktivitas manusia, mencapai rekor tertinggi. Naik hingga 150 persen dari tingkat pra-industri.
Suhu rata-rata global pada 2024 dan 2025 adalah yang terpanas dalam catatan 175 tahun. Dengan tambahan air tawar dari pencairan gletser dan ekspansi termal, permukaan laut rata-rata global mencapai rekor tertinggi.
3. Evolusi AI
Pada saat yang sama, evolusi AI yang semakin cepat menimbulkan ancaman biologis. Terdapat potensi desain patogen baru yang dibantu AI dan tidak dapat dilawan manusia secara efektif.
Seruan dari Ilmuwan
Kendati demikian, ilmuwan berpendapat manusia masih bisa membalikkan jam kiamat dengan cara-cara berikut:
- Amerika Serikat dan Rusia dapat membatasi persenjataan nuklir
- Komunitas internasional dapat mengambil semua langkah untuk mengurangi kemungkinan AI digunakan untuk menciptakan ancaman biologis
- Kongres Amerika Serikat dapat menolak perang Presiden Trump terhadap energi terbarukan
- Amerika Serikat, Rusia, dan China dapat terlibat dalam dialog bilateral dan multilateral tentang pedoman mengenai penggabungan kecerdasan buatan dalam militer mereka, khususnya dalam sistem komando dan kendali nuklir.
(nir/faz)











































