Peneliti Ungkap Humor Dosen Bisa Tingkatkan Semangat Belajar Mahasiswa

ADVERTISEMENT

Peneliti Ungkap Humor Dosen Bisa Tingkatkan Semangat Belajar Mahasiswa

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Kamis, 12 Feb 2026 08:30 WIB
Peneliti Ungkap Humor Dosen Bisa Tingkatkan Semangat Belajar Mahasiswa
Ilustrasi perkuliahan. Foto: dok. Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
Jakarta -

Siapa bilang belajar di kelas harus selalu serius? Sebuah riset dari University of Georgia (UGA) menunjukkan sedikit humor dari pengajar bisa membuat suasana belajar jadi lebih menyenangkan sekaligus meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.

Dilansir dari laman University of Georgia, penelitian ini menemukan candaan ringan dari dosen bisa membuat mahasiswa merasa lebih positif terhadap kelas yang mereka ampu dan bahkan ingin terus mempelajari topiknya. Akan tetapi, ada catatan penting, semua itu hanya berlaku kalau jokes-nya benar-benar lucu buat siswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Humor Bikin Belajar Lebih Semangat

Dalam penelitian ini, lebih dari 45 pengajar dari berbagai universitas di Amerika Serikat merekam audio selama perkuliahan dan kelas lab mereka. Para peneliti kemudian menganalisis setiap momen saat pengajar melontarkan humor, lalu meminta mahasiswa menilai seberapa lucu pengajar mereka.

Hasilnya cukup menarik. Riset ini menemukan bahwa yang penting bukan soal seperti apa perkuliahannya, tetapi seberapa lucu si pengajar menurut mahasiswa.

ADVERTISEMENT

"Jika seorang mahasiswa menganggap pengajarnya lucu, mereka akan memiliki lebih banyak emosi positif terhadap kelas dan lebih sedikit emosi negatif terhadapnya." kata Trevor Tuma, peneliti pascadoktoral di UGA Franklin College of Arts and Sciences.

Menurut Tuma, suasana hati yang positif bisa berdampak langsung pada cara siswa memahami pelajaran dan membangun semangat belajar. Bahkan, efeknya bisa bertahan lebih lama.

Nggak Semua Humor Cocok untuk Kelas

Meskipun bisa membuat suasana lebih santai, humor di ruang kelas tetap perlu digunakan dengan bijak. Erin Dolan, profesor biokimia dan biologi molekuler di UGA sekaligus penulis pendamping riset ini, mengatakan bahwa emosi dan pembelajaran saling berkaitan erat.

"Orang mungkin menganggap 'emosi itu nggak penting, yang penting adalah mereka belajar'," ujar Dolan.

Ia menjelaskan, emosi tersebut dapat menjadi faktor penting bagi mahasiswa untuk menekuni bidang yang ia pelajari.

"Namun, emosi memengaruhi cara kita belajar dan motivasi kita untuk terus mendalami suatu bidang," ujarnya.

Di sisi lain, Tuma mengingatkan kalau humor juga bersifat subjektif. Artinya, sebuah joke bisa berhasil di satu kelas, tetapi gagal di kelas lain.

"Humor itu subjektif. Efeknya tergantung pada jenis humornya, konteksnya, dan hubunganmu dengan pengajarmu itu," ujarnya.

Jadi, bagi para pengajar, sesekali melontarkan lelucon boleh saja, asal tahu kapan waktu yang pas, dan pastikan yang tertawa bukan cuma diri sendiri!

Hasil studi tulisan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Journal of Microbiology & Biology Education dengan judul "Are they funny? Associations between instructors' humor and student emotions in undergraduate lab courses", 7 November 2025.




(rhr/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads