Tahun Baru Imlek 2026 siap menyapa seluruh umat Khonghucu pada Selasa, 17 Februari mendatang. Ketika hari ini tiba, masyarakat Indonesia akan mengalami hari libur nasional yang dilengkapi dengan cuti bersama.
Imlek kerap dikaitkan dengan tahun Kongzili. Untuk itu, penetapan resmi libur Imlek dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026 dituliskan sebagai "Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili".
Jika diartikan, tahun baru Imlek 2026 terjadi pada tahun 2577 Kongzili. Namun, apakah Kongzili itu dan bagaimana menentukan tahunnya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirangkum detikEdu, berikut penjelasannya.
Cara Menghitung Tahun Kongzili
Tahun Baru Imlek dihitung menggunakan kalender lunisolar atau berdasarkan kombinasi bulan dan matahari. Mengutip buku Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti keluarkan Kemendikbud, Jumat (13/2/2026) sistem ini dipakai oleh kalender Tionghua secara umum dan lebih dikenal dengan kalender Imlek/Yinli atau Kongzili.
Penamaan kalender Kongzili berkaitan dengan nama Nabi Kongzi atau tokoh agung dalam agama Khonghucu. Nabi Kongzi kerap menyampaikan ajaran kehidupan, terutama soal konsep cinta dan kasih.
Sistem lunisolar diciptakan oleh Kaisar Huangdi dan digunakan pertama kali oleh Dinasti Xia. Dinasti ini dinilai lebih bijaksana dalam menetapkan awal tahun baru yang terjadi pada awal musim semi.
Awal musim semi diartikan juga diartikan sebagai awal yang baik untuk memulai pekerjaan atau karya baru. Setelah Dinasti Xia berakhir, berbagai dinasti selanjutnya menggunakan awal tahun yang berbeda-beda.
Ketika Dinasti Zhou berkuasa, Nabi Kongzi mengajurkan agar mereka menggunakan kalender Dinasti Xia. Tetapi, nasihat Nabi Kongzi tidak digunakan, hingga akhirnya baru dipakai pada masa dinasti Han oleh kaisar Han Wudi pada 104 SM.
Sejak dinasti Han lah, kalender Xia atau kini dikenal sebagai kalender Imlek/Yinli dipakai sampai saat ini. Sebagai penghormatan kepada Nabi Kongzi, Kaisar Han Wudi menetapkan bila kalender Yinli dihitung mulai tahun kelahiran Nabi Kongzi yakni tahun 551 SM sebagai tahun pertama.
Berdasarkan penetapan itulah, kalender Yinli selanjutnya dikenal dengan kalender Kongzili. Lantaran penghitungan awalnya dimulai tahun 551 SM, maka kalender Kongzili lebih awal/tua 551 tahun dibanding kalender Masehi.
Sehingga, jika kalender Masehi saat ini bertahun 2026, maka kalender Kongzili dihitung dengan:
Kalender Kongzili = Tahun Kalender Masehi + Tahun Kelahiran Nabi Kongzi (551)
Lalu, Tahun Baru Imlek 2026 ke Berapa Kongzili? Jawabannya adalah:
Kalender Kongzili 2026= 2026 + 551 = 2577
Jadi, Tahun Baru Imlek 2026 adalah tahun 2577 Kongzili.
Usia Kalender Kongzili
Seperti yang disebutkan sebelumnya, penanggalan Tionghoa menggunakan sistem Lunisolar/Bulan-Matahari yang diciptakan oleh Kaisar Huangdi. Kalender itu kemudian digunakan pertama kali oleh dinasti Xia (2205-1766 SM).
Oleh karena itu, usia penanggalan kalender Kongzili dimulai sejak 2205 SM. Jika dihitung berdasarkan tahun Masehi, maka usia penanggalan Kalender Kongzili yaitu:
Tahun Masehi (2026) + Awal Mulai Kalender Kongzili (2205) = 4231 tahun.
Begitulah penjelasan tentang dibalik Tahun Baru Imlek 2026, ke 2577 Kongzili. Selamat Tahun Baru Imlek detikers!
(det/pal)











































