Bakteri Terbesar di Dunia Ditemukan di Rawa Negara Ini, Sebesar Apa?

ADVERTISEMENT

Bakteri Terbesar di Dunia Ditemukan di Rawa Negara Ini, Sebesar Apa?

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Kamis, 19 Feb 2026 10:00 WIB
Bakteri terbesar yang berukuran satu sentimeter
Foto: Jean-Marie Volland via IFL Science/Bakteri terbesar di dunia yang berukuran satu sentimeter
Jakarta -

Bakteri umumnya hanya bisa dilihat dengan menggunakan alat bantu seperti mikroskop. Namun, ilmuwan berhasil mengidentifikasi bakteri terbesar di dunia yang bisa dilihat dengan mata telanjang.

Bakteri 'raksasa' ini terungkap berkat pengambilan sampel rawa di Guadeloupe, Prancis, pada 2009. Ukurannya yang besar membuat makhluk tersebut aneh jika digolongkan sebagai mikroba atau bakteri. Namun, saat itu para ilmuwan belum mampu mengidentifikasi jenis dari bakteri raksasa itu.

Seorang Profesor Biologi Kelautan di Université des Antilles, Guadeloupe, Olivier Gros mengakui bahwa dirinya merasa aneh saat pertama kali melihat organisme tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya saya pikir itu hanya sesuatu yang aneh, beberapa filamen putih yang perlu menempel pada sesuatu di sedimen seperti daun," ujar Gros yang dikutip dari IFL Science.

Awalnya makhluk tersebut dikelompokkan ke dalam eukariota karena ukurannya yang terlalu besar, dan memiliki terlalu banyak filamen untuk dikatakan sebagai bakteri.

ADVERTISEMENT

Menjadi Bakteri Terbesar di Dunia

Baru pada 2022, peneliti berhasil mengidentifikasi bahwa makhluk itu adalah organisme bersel tunggal. Pengamatan lebih dekat yang dilakukan para peneliti, membuktikan bahwa makhluk berbentuk mi tersebut benar-benar organisme bersel satu.

Jika umumnya dibutuhkan mikroskop untuk melihat mikroba, bakteri terbesar bernama Thiomargarita magnifica justru tidak membutuhkan cara tersebut agar dapat terlihat. Untuk pertama kalinya para ilmuwan berhasil menemukan bakteri terbesar di dunia.

"Ukurannya 5.000 kali lebih besar daripada kebanyakan bakteri," ujar Jean-Marie Volland salah satu penulis studi tersebut.

Ia bahkan menganalogikan perbandingan bakteri raksasa dengan bakteri pada umumnya dengan, manusia yang bertemu manusia lainnya setinggi Gunung Everest.

Apakah Berisiko terhadap Kehidupan Manusia?

Para ilmuwan meyakini bahwa sel bakteri biasanya memiliki ukuran sekitar dua mikrometer, dan beberapa bakteri yang lebih besar berukuran sekian ratus mikrometer saja. Teori yang dipercaya cukup lama itu nyatanya berhasil dipatahkan oleh T. magnifica.

Temuan ini sempat dianggap berisiko bagi manusia yang hidup berdampingan dengan jutaan mikroba, baik di luar maupun di dalam tubuh. Kabar baiknya, bakteri raksasa ini bukan termasuk sebagai patogen yang menyebar virus atau penyakit tertentu.

Jadi, beraktivitas di rawa Guadeloupe tidak berbahaya bagi manusia. Area tersebut justru sangat menarik bagi para peneliti karena ekosistem rawa yang diketahui efektif menyerap karbon.

Meski populasi rawa di dunia kurang dari satu persen wilayah pesisir, faktanya ekosistem tersebut mampu menyimpan sekitar 10-15 persen karbon pada sedimen pesisir. Itulah mengapa para ilmuwan tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, terkait bakteri raksasa pengoksidasi sulfur dan pengikat karbon yang hidup di dalamnya.

Temuan ini dinilai berpotensi untuk digunakan dalam berbagai kepentingan penelitian lingkungan termasuk perubahan iklim.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di BeritaKlik.




(sls/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads