Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited, Inggris baru saja menandatangani perjanjian kerangka kerja sama pada Senin (23/2/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan kerja sama ini dilakukan agar Indonesia dapat menguasai teknologi semikonduktor.
"Arm ini adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor terutama untuk dari segi desain. Jadi ini yang paling hulu daripada industri semikonduktor itu sendiri," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto setelah acara penandatanganan kerja sama, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (25/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airlangga mengatakan dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia dapat melatih 15 ribu insinyur di dalam ekosistem Arm.
"Dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15 ribu engineers kita di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design, dan rencana kerja samanya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya dari semikonduktor atau chip, sehingga Indonesia mempunyai kemampuan di bidang semikonduktor dan desain," terangnya.
Airlangga menyebut Arm diketahui menguasai sekitar 96% teknologi chip untuk sektor otomotif global dan hampir 94% desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan. Maka, dengan kerja sama ini pemerintah menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang selama ini merupakan fondasi berbagai inovasi digital modern.
Menko Perekonomian menyebut kerja sama ini adalah tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat penguasaan teknologi nasional secara mandiri dan melengkapi agenda besar pemerintah dalam membangun ketahanan pangan serta ketahanan energi nasional.
"Ini yang leapfrog untuk di digital ekosistem," kata Airlangga.
Ia memaparkan enam pengembangan desain chip nasional akan fokus ke bidang intellectual property strategis. Beberapa pengembangan yang direncanakan antara lain terkait intellectual property, internet of things, data center, home appliances.
"Enam ini merupakan IP, intellectual property, yang kita bisa pilih apakah satu untuk teknologi otomotif, kedua internet of things, ketiga terkait dengan data center, kemudian bisa juga tentang home appliances, yang dua lagi kita bisa pilih apakah kita mau yang futuristic, terutama autonomous vehicle, dan quantum computing, dan yang lain," kata Airlangga.
"Jadi ini semua masih dibahas nanti dengan Danantara, sehingga ini IP-nya akan dipegang oleh Indonesia," lanjutnya.
Pengiriman Tenaga Ahli ke Luar Negeri atau Datangkan Ahli
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, pelatihan insinyur ini akan dilakukan dengan pengiriman tenaga ahli ke luar negeri ataupun menghadirkan pelatih Arm langsung ke Indonesia dengan modul pelatihan khusus.
"Memang akan ada enam industri yang akan dipilih untuk pengembangan dari chips ini dan rencananya juga seperti yang sampaikan Pak Menko ada 15 ribu engineer kita yang akan di- train, dilatih oleh Arm ini baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun nanti pengajar mereka akan datang ke Indonesia dengan modul-modulnya," jelas Rosan.
(nah/twu)










































