Iran termasuk dalam negara yang punya rudal terkuat pada persenjataan militer mereka. Salah satu yang menarik perhatian dunia adalah Fattah-2, sebuah rudal hipersonik dengan daya jelajah hingga lebih dari 1.000 kilometer.
Rudal hipersonik adalah senjata militer canggih yang melesat dengan kecepatan sangat tinggi. Selain itu, rudal ini mampu bermanuver dengan lincah di atmosfer.
Melansir Times of India, Iran diketahui meluncurkan Fattah-2 pada Selasa, 3 Maret 2026 waktu setempat. Ini menjadi pertama kalinya negara tersebut mengerahkan Fattah-2 di tengah konflik dengan Israel dan Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan Iran kepada Israel dan Amerika Serikat meningkat signifikan usai pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei dinyatakan gugur. Salah satu tujuan Fattah-2 merupakan Iron Dome, sistem pertahanan udara milik Israel.
Dengan kemampuannya, Fattah-2 menjadi senjata Iran yang mengerikan. Dirangkum detikEdu, Rabu (4/3/2026) berikut ini fakta-fakta tentang Fattah-2. Ketahui yuk!
Fakta tentang Fattah-2
Dikutip dari Times Of India dan Sunday Guardian, berikut fakta-fakta tentang Fattah-2.
1. Fattah-2 diperkenalkan pada November 2023 oleh militer Iran, Korps Garda Revolusi Islam. Senjata ini dirancang untuk memperbaharui rudal balistik konvensional.
2. Fattah-2 mampu bermanuver dengan baik dalam hal kemiringan maupun putaran. Manuver ini dilakukan agar mempertahankan kecepatan yang jauh lebih tinggi dan mendekati target dari arah tak terduga.
3. Para pejabat Iran menegaskan bila rudal Fattah-2 mencapai kecepatan hingga Mach 15 atau sekitar 18.376 km/jam. Rudal ini juga mampu menghantam target pada jarak hingga 1.400-1.500 km.
4. Rudal dengan kecepatan Mach 15 secara teoritis mampu menghindari sistem pertahanan rudal konvensional.
5. Fattah-2 membawa muatan bahan peledak yang kuat seberat 200 kg.
6. Rudal ini mampu menyerang target baik di darat maupun laut.
7. Tidak ada negara lain yang mengoperasikan dan memiliki rudal Fattah-2 selain militer Iran.
8. Spesifikasi Rudal Hipersonik Fattah-2:
- Tipe: Rudal hipersonik yang dirancang untuk cepat dan memiliki kemampuan manuver.
- Kecepatan maksimum: Iran mengklaim dapat mencapai kecepatan Mach 15 atau sekitar 15 kali kecepatan suara. Artinya kecepatan ini sangat tinggi dan sulit untuk dicegat.
- Jangkauan: Mencapai 1.400-1.500 km. Artinya, sebagian besar Timur Tengah, termasuk Israel dan pangkalan AS di wilayah tersebut dalam jangkauan serangan.
- Platform peluncuran: Road-mobile transporter-erector-launcher (TEL) atau berbentuk mobil yang dapat dipindahkan di jalan raya. Hal ini memberikan mobilitas dan fleksibilitas dalam peluncuran rudal.
- Hulu ledak: Hulu ledak konvensional yang rinciannya tidak diungkapkan secara resmi oleh Iran.
- Sistem propulasi (sistem gaya dorong): Booster berbahan bakar padat dengan kendaraan luncur tahap kedua. Sistem ini memungkinkan rudal hipersonik terbang secara berkelanjutan dan mampu menghindari lintasan.
- Profil penerbangan: Rudal dirancang untuk bermanuver secara tidak terduga selama fase meluncur. Akibatnya akan sulit dilacak oleh radar atau dicegat.
Senjata hipersonik dapat mengurangi waktu reaksi target dan mempersulit jika ingin bertahan. Para analis militer menilai, konflik Iran kepada Israel dan AS bisa meluas melampaui medan pertempuran yang ada saat ini.
Adanya sistem rudal canggih membuat negara-negara tetangga dan jalur pelayaran internasional terancam keselamatannya. Untuk itu, kekuatan global harus terus memantau perkembangan konflik tersebut dengan cermat.
Para pemangku kepentingan juga harus bisa menilai apakah peningkatan konflik Iran vs Israel-AS mengarah pada perang militer berkelanjutan atau upaya penyelesaian secara diplomatik antar ketiganya.
(det/nah)











































