Untuk pertama kalinya, seekor hiu terekam berenang di laut dalam sekitar Kutub Selatan. Rekaman ini diambil oleh tim ilmuwan Australia menggunakan kamera bawah laut di kedalaman hampir 500 meter.
Melansir ABC, makhluk yang tertangkap kamera ini diduga kuat merupakan spesies hiu dari keluarga sleeper shark (Somniosidae), kelompok hiu laut dalam yang terkenal lamban, berumur panjang, dan sulit diteliti karena habitatnya yang sangat dalam.
Penemuan ini menandai momen penting dalam eksplorasi laut ekstrem dan membuka kemungkinan baru soal keberadaan hiu di perairan paling dingin di Bumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekaman Langka dari Dunia Beku
Rekaman ini diambil di sekitar Kepulauan South Shetland, di Semenanjung Antarktika. Saat kamera berumpan merekam dasar laut yang gelap dan membeku, tiba-tiba muncul bayangan besar melintas perlahan di depan lensa. Setelah ditelaah lebih dalam, itu adalah seekor hiu besar dengan gerakan khas sleeper shark.
"Ini mengejutkan, karena ini adalah rekaman pertama hiu keluarga Somniosidae di habitat aslinya di perairan Kutub Selatan," kata Dr Jessica Kolbusz dari Minderoo-UWA Deep Sea Research Centre, Australia.
Walaupun jenis pastinya belum bisa dipastikan, para ilmuwan menduga hewan tersebut adalah Southern sleeper shark, spesies yang sebelumnya hanya tercatat di wilayah sub-Antarktik.
"Ini mungkin rekor pertama hiu di Antarktika sendiri," tambah Dr. Peter Kyne, ahli konservasi dari Charles Darwin University.
Hiu yang Bisa Hidup di Suhu Hampir Beku
Air laut di kawasan ini memiliki suhu sekitar 1,27°C, bahkan bisa mencapai -2°C karena kadar garam yang tinggi. Namun, sleeper shark punya keunggulan biologis yang luar biasa. Tubuhnya menghasilkan senyawa alami TMAO dan urea, yang bekerja layaknya antifreeze biologis.
Senyawa ini menjaga jaringan tubuh agar tidak rusak meski berenang di perairan superdingin. Ilmuwan menduga inilah kunci keberhasilan hiu-hiu besar ini bertahan di lingkungan ekstrem yang hampir tak tersentuh kehidupan laut lain.
Petunjuk Baru dari Laut Dalam
Penemuan ini membuka babak baru dalam riset biologi laut dalam. Para ilmuwan kini tengah menunggu hasil uji DNA dari air laut lokasi penemuan, untuk memastikan identitas hiu misterius tersebut. Hasil genetik akan dibandingkan dengan spesies pacific sleeper shark dan southern sleeper shark yang mirip secara fisik.
Proyek analisis genetik berskala besar juga dijadwalkan mulai pertengahan 2026, melibatkan data dari Samudra Atlantik Selatan dan Hindia. Harapannya, penelitian ini bisa menjawab misteri tentang apakah kedua spesies ini sebenarnya satu jenis atau berbeda.
"Dengan laju pemanasan laut dan toleransi suhu yang luas, kemungkinan besar sebaran mereka akan tetap konsisten," ujar Dr Kolbusz.
"Namun karena kita belum tahu pasti di mana mereka hidup, sulit untuk menyimpulkan secara pasti," tutupnya.
(nah/nah)










































