Matcha menjadi salah satu tren minuman yang populer bagi anak muda saat ini. Tren ini kemudian memunculkan narasi matcha yang bisa membuat kulit semakin glowing. Benarkah demikian?
Matcha merupakan teh hijau bubuk yang berasal dari China. Dalam sejarahnya, bubuk teh hijau ini sudah mulai beredar di Jepang pada 1100-an oleh seorang biksu Buddha Zen usai kembali dari China, demikian dilansir Britannica.
Matcha sendiri berasal dari kata Jepang, "matsu" yang berarti "menggosok, mengoleskan, melukis" dan "cha" yang berarti teh. Di Jepang, matcha harus diambil dari tanaman teh yang ditanam di tempat teduh, yang memiliki kadar klorofil tinggi dan warna hijau cerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan teh muda pilihan, kemudian diproses dengan dikukus, dibersihkan uratnya, dan digiling dengan penggiling batu. Hasil yang berkualitas, membuat matcha populer sebagai minuman yang mahal.
Namun, dengan kandungan antioksidan dan zat lainnya, benarkah matcha bisa bikin glowing?
Manfaat Matcha
Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof Nuri Andarwulan, membenarkan bahwa matcha mengandung katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), yang bersifat antioksidan. Konsumsi bentuk bubuk, dinilai akan lebih bergizi dibanding diseduh menjadi minuman.
"Kandungan katekin matcha lebih tinggi. EGCG pada matcha bisa mencapai lebih dari 120 mg per gram, lebih tinggi dibanding green tea biasa," jelasnya, dikutip dari laman resmi IPB, Senin (16/3/2026).
Untuk kandungan antioksidan matcha, kata Prof Nuri, memiliki daya serap rendah pada tubuh manusia.
"Kalau diserap, sangat kecil, di bawah lima persen. Sebagian besar masuk ke usus besar dan dimetabolisme oleh mikrobiota menjadi senyawa turunan (metabolit)," terangnya.
Dengan mengonsumsi bubuk teh hijau utuh, tubuh akan memperoleh manfaat antioksidan, antiinflamasi dan imunomodulator pada sel kulit. Semuanya karena kandungan metabolit yang diserap melalui aliran darah manusia.
"Metabolit inilah yang kemudian dapat diserap ke dalam aliran darah dan memberi efek biologis, seperti antioksidan, antiinflamasi, dan imunomodulator, termasuk pada sel kulit," tambahnya.
Kandungan senyawa polifenol dalam matcha, juga dapat membantu menangkal radikal bebas. Dalam hal ini, radikal bebas akibat paparan sinar UV, polusi, dan gaya hidup tidak seimbang dapat merusak kolagen dan elastin di lapisan kulit tengah (dermis).
"Senyawa polifenol membantu menangkal radikal bebas sehingga mengurangi inflamasi dan menjaga integritas kolagen," lanjut Prof Nuri.
Cara Terbaik Memanfaatkan Matcha untuk Perawatan Kulit
Alih-alih hanya meminum matcha, Prof Nuri, mengatakan kombinasi dengan mengoleskan ke kulit sebagai masker bisa mendapatkan manfaat maksimal. Meminum akan memberi manfaat dari dalam dan memakai masker matcha akan memberi manfaat dari luar.
"Kombinasi ideal adalah asupan dari dalam untuk proteksi sistemik dan topikal untuk perlindungan lokal di permukaan kulit," ungkapnya.
Meski begitu, perlu diketahui bahwa perawatan kulit melalui konsumsi pangan, umumnya berlangsung secara bertahap dan memiliki efek jangka panjang karena sel bekerja pada lapisan terdalam kulit. Sementara perawatan pada permukaan kulit cenderung lebih cepat bekerja, dan membutuhkan pemakaian rutin untuk hasil maksimal.
Sebagai catatan, mengonsumsi berlebihan akan membuat tubuh sulit mencerna karena matcha mengandung senyawa yang sulit diserap. Dalam kondisi tertentu, konsumsi matcha berlebih dapat menyebabkan sembelit hingga masalah pencernaan. Maka dari itu, konsumsilah matcha secukupnya saja.
Prof Nuri berpesan, mengonsumsi matcha bukan kunci utama untuk membuat kulit glowing, ia hanya menjadi penyeimbang saja.
"Matcha bisa menjadi bagian pola makan seimbang, tetapi bukan solusi instan untuk kulit glowing," simpulnya.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di BeritaKlik.
(faz/faz)











































