Ini 3 Cara Menghadapi Orang yang Tidak Sopan kepada Kita, Yuk Coba!

ADVERTISEMENT

Ini 3 Cara Menghadapi Orang yang Tidak Sopan kepada Kita, Yuk Coba!

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Selasa, 17 Mar 2026 06:30 WIB
A female professional expresses concern as her male colleague shows signs of stress during a project discussion, emphasizing workplace dynamics.
Foto: iStockphoto/wichayada suwanachun/Ilustrasi kejadian tidak mengenakan di tempat kerja
Jakarta -

Kita tidak bisa mengontrol siapa saja orang yang boleh berbicara kepada kita. Akibatnya, kita bisa menghadapi orang yang mungkin tidak sopan baik ucapan maupun tindakannya. Bagaimana cara menghadapinya?

Pertemuan dengan orang yang tidak sopan kepada kita bisa terjadi di lingkungan kerja, tempat umum, maupun lingkungan tempat tinggal. Biasanya, kita akan mudah kesal, atau justru membalas orang tersebut dan menyesal.

Pakar komunikasi asal Amerika Serikat, Michael Chad Hoeppner, memberi saran untuk mempersiapkan diri menghadapi orang-orang yang mungkin tidak sopan kepada kita. Berikut ini caranya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

3 Cara Hadapi Orang yang Tidak Sopan dengan Tenang

1. Melatih Diri Tetap Tenang

Perkataan tidak sopan dari orang lain adalah hal yang tidak bisa dikendalikan. Kita hanya bisa mengatur respons yang keluar dari diri kita.

Menurut Hoeppner, penting untuk kita melatih diri agar tetap terarah. Artinya, kita harus bisa mengendalikan emosi dan tetap tenang dalam keadaan kesal sekalipun.

ADVERTISEMENT

Hoeppner mengatakan, kebiasaan ini dapat dilatih dengan:

- Memvisualisasikan diri seperti: kepala sebagai balon helium yang ringan dan terbang, untuk menunjukkan bahwa kita tetap terlihat baik-baik saja meski tertekan. Serta posisikan kaki sebagai akar pohon yang kokoh, untuk melatih kestabilan fisik dan emosional.

- Melatih fisik dengan berdiri tegak berjarak menghadap tembok, dan melemparkan bola lalu menangkapnya. Hal ini memberi gambaran bahwa sikap atau perkataan orang lain seperti arah pantulan bola yang tidak bisa ditebak, tapi kita harus siap menangkapnya.

- Mulailah berbicara dengan intonasi yang teratur saat melakukan latihan fisik tadi. Cara ini membantu kita tetap fokus berbicara tenang, dan tetap sigap menerima pantulan bola. Artinya, latihan bersikap dan berbicara dengan nada terarah sekalipun mendapat tekanan berupa nyinyiran tidak sopan.

2. Tidak Langsung Merespons

Respons yang timbul dari ketenangan cenderung kecil kemungkinannya untuk menimbulkan penyesalan. Proses ini disebut dengan frasa transparansi, yakni ketika seseorang diam sejenak untuk mencerna apa yang ia terima dan bagaimana langkah selanjutnya.

Perkataan yang dapat diucapkan setelah diam dan menarik napas, bisa seperti:

"Komentarmu benar-benar membuatku terkejut, mungkin aku harus memikirkannya."

"Aku cukup terkejut dengan perkataanmu. Sebentar, aku pikirkan dulu."

Maka, alih-alih langsung merespons orang yang tidak sopan, beri jeda untuk memikirkan perkataan apa yang sebaiknya diucapkan.

3. Jangan Balas dengan Kekerasan

Meski sangat kesal dengan ucapan tidak sopan yang dilontarkan orang lain, Hoeppner menyarankan untuk tidak membalasnya dengan cara serupa.

"(Kekerasan) itu adalah cara yang salah untuk mengendalikan situasi, sebaiknya arahkan lagi ke pokok pembicaraan," ujarnya.

Untuk membalas ucapan yang kurang sopan, sebaiknya alihkan dengan topik lain. Jika di lingkungan kerja, maka ubahlah topik menjadi pekerjaan yang harus dibahas.

Dengan ketenangan, respons yang diberi jeda, dan fokus terhadap pekerjaan, Hoeppner percaya bisa membantu menghadapi momen-momen yang tidak mengenakan. Sebab, kita hanya bisa mengontrol sikap kita dan tidak dengan perilaku orang lain.

"Jika dilakukan bersama-sama, ketiga kebiasaan ini dapat membantu Anda menghadapi momen-momen ketidaknyamanan yang tak terhindarkan yang kita semua hadapi, dengan tetap menjaga ketenangan," pungkasnya.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di BeritaKlik.




(faz/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads